Pasuruan (beritajatim.com) – Seorang pemuda asal Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya. Korban yang diketahui berinisial H (25) diduga mengakhiri hidupnya akibat depresi setelah istrinya menolak rujuk.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban pada Rabu (19/3/2025) sekitar pukul 03.30 WIB saat hendak bersiap untuk sahur. Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar kami telah menerima laporan dari Polsek Rembang bahwa ada warga yang gantung diri. Warga tersebut ditemukan gantung diri menggunakan tali oleh orang tuanya,” ungkap Joko.
Joko menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat ayah korban meminta istrinya untuk mengecek kondisi anaknya, karena sejak Magrib korban tidak keluar dari kamar tidurnya. Hal ini dianggap tidak biasa, sehingga menimbulkan kekhawatiran.
Namun, saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat gantung diri. Mengetahui hal tersebut, orang tua korban segera melaporkan kejadian ini kepada ketua RT setempat.
“Pada tubuhnya tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun menurut saksi, korban melakukan hal tersebut dikarenakan depresi karena istrinya gak mau rujuk,” jelasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, jenazah H dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. [ada/beq]






