Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 300 anak di Kota Blitar tak mengenyam pendidikan. Meski tinggal di tengah kota yang maju, kenyataanya pendidikan masih jadi barang mahal di Bumi Bung Karno (julukan Kota Blitar).
Hal itu terbukti dengan masih adanya 300 anak yang tak sekolah hingga tahun 2025 ini. Tentu ini cukup ironi, sekaligus menjadi pekerjaan rumah yang harus dibereskan oleh Pemerintah Kota Blitar di bawah kepemimpinan Syauqul Muhibbin.
“Dilihat dari tahun kemarin, sebanyak 300 masyarakat yang belum bersekolah, baik di jenjang SD hingga SMA. Tentunya semoga tidak terjadi lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, Minggu (13/7/2025).
Ada berbagai faktor yang membuat 300 anak di Kota Blitar tak mengenyam bangku sekolah hingga tahun 2025 ini. Namun dari berbagai faktor, ada hal yang paling banyak membuat anak tak sekolah.
Faktor tersebut adalah kemiskinan. Sementara untuk faktor kedua adalah lingkungan yang tak mendukung anak untuk mengenyam bangku sekolah.
“Lebih banyak dari ekonomi dan lingkungan, ya,” tambahnya.
Kemiskinan menjadi faktor penentu kenapa masih banyak anak tak sekolah di Kota Blitar. Lilitan ekonomi di kalangan ekonomi bawah tentu menyulitkan orang tua berpikir tentang pendidikan.
Data terbaru ada 6.520 warga Kota Blitar yang tergolong dalam kategori miskin. Dengan kondisi itu tentu membuat pendidikan di Kota Blitar masih teresa mahal untuk kalangan menengah ke bawah.
Selain ekonomi, faktor lain yang membuat pendidikan terasa mahal adalah lingkungan. Faktor lingkungan seringkali memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan anak untuk tidak melanjutkan pendidikan. Misalnya, karena lingkungan sekitar tidak mendukung, kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, atau adanya tekanan sosial untuk bekerja lebih dini.
“Dari faktor lingkungan sendiri biasanya mendorong anak untuk tidak bersekolah,” tutupnya.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin pun beberapa kali menegaskan bahwa dirinya konsen di pendidikan. Pria yang akrab disapa Mas Ibin tersebut menegaskan bahwa semua anak di Kota Blitar harus dan wajib mengenyam pendidikan.
Salah satu yang sangat ditekankan oleh Mas Ibin adalah melalui sekolah rakyat (SR). Sekolah rakyat diharapkan Mas Ibin bisa sebagai salah satu jalan untuk memecahkan problematika pendidikan dan kemiskinan.
“Kami sudah siap menyelenggarakan pendidikan sekolah rakyat, sekolah gratis ini diprioritaskan untuk teman-teman yang miskin dari desil 1 dan 2 karena tujuannya untuk memberantas mata rantai kemiskinan,” kata Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, Rabu (28/05/2025) lalu. (owi/but)






