Jakarta (beritajatim.com)- Ipsos Indonesia, sebuah perusahaan riset pasar dan konsultansi multinasional yang berkantor pusat di Paris, Prancis menyebut, Erick Thohir meraih sentimen positif tertinggi sebagai bakal calon wakil presiden 2024 di kalangan Gen Z dan Milenial.
Berdasarkan analisis percakapan media sosial yang dilakukan oleh Ipsos Indonesia, Menteri BUMN yang juga Ketua PSSI itu mengalahkan kader Golkar Ridwan Kamil dan kader PPP Sandiaga Uno.
“Erick Thohir memperoleh sentimen positif paling tinggi sebanyak 47,0 persen sementara sentimen negatifnya hanya sebesar 3,7 persen. Disusul Ridwan Kamil yang memperoleh 17%, dan Sandiaga Uno sebesar 6,3%,” kata Managing Direktur Ipsos Indonesia Soprapto Tan, Sabtu (8/7/2023).
Dia menilai, tingginya sentimen positif pada Erick Thohir boleh jadi karena dianggap sebagai tokoh yang potensial maju dalam Pilpres 2024 yang tidak berasal dari parpol.
“Ketokohan Erick Thohir beda dengan tokoh potensial yang masuk bursa bakal cawapres lainnya yang rata-rata berasal dari parpol, sementara Erick Thohir bukan dari parpol,” tuturnya.
Baca Juga: Erick Thohir Dorong BUMN Bantu Komposer Majukan Industri Musik
Ada pun untuk posisi bakal capres, yang paling positif diperbincangkan adalah Prabowo Subianto, kemudian Ganjar Pranowo dan disusul Anies Baswedan.
“Sentimen positif tertinggi pada Prabowo Subianto sebesar 19,7 persen, menyusul Ganjar Pranowo sebanyak 11,7 persen kemudian Anies Baswedan 10,6 persen,” terangnya.
Dengan demikian, Ipsos menyimpulkan, Prabowo dan Erick Thohir sangat potensial untuk dapat meraih suara anak muda di kelompok gen Z dan millenial pada Pemilu 2024 mendatang.
Peneliti senior Ipsos Indonesia Arif Nurul Imam menambahkan, analisis itu dilakukan menggunakan mesin analitik sosial media, Ipsos Synthesio. Dia menyebut, mesin ini dapat merekam percakapan di sosial media, di berbagai platform seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan Tiktok.
[berita-terkait number=”3″ tag=”erick-thohir”]
Seperti diketahui, pengguna media sosial Indonesia rata-rata adalah mereka yang termasuk Gen Z dan milenial. Jika merujuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU, 52 persen pemilih pada 2024 berasal dari kalangan ini.
“Itu sebabnya, percakapan di media sosial yang melibatkan Gen Z dan milenial dapat menjadi gambaran untuk mengukur akseptabilitas sosok atau tokoh menjelang pemilu 2024,” klaim Arif. (hen/ted)






