Jember (beritajatim.com) – Dua legislator mendadak menginterupsi jalannya Sidang Paripurna Pembacaan Nota Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Jember 2021 yang hendak berakhir, di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Senin (18/7/2022).
Sidang paripurna itu dihadiri Bupati Hendy Siswanto, Wakil Bupati Firjaun Barlaman, Komandan Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo, Komandan Dstrik Militer 0824 Letnan Kolonel Infantri Batara C. Pangaribuan.
Interupsi pertama dilakukan Nyoman Aribowo, legislator Partai Amanat Nasional (PAN). “Kita tahu secara nasional, apalagi Jawa Timur, sekarang darurat PMK (Penyakit Mulut san Kuku) ternak. Kami dikeluhi masyarakat di desa-desa yang sapi mereka bergelimpangan. Kami ikut pusing luar biasa,” katanya.
Komisi B DPRD Jember sudah bertemu dengan Dinas Peternakan dan Ketahanan Provinsi Jawa Timur pekan lalu untuk berkonsultasi soal penangana wabah PMK ini. “Yang perlu segera dilakukan adalah penyaluran BTT (Belanja Tak Terduga). Surat Keputusan Bupati (soal kedaruratan bencana) saya dengar sudah,” kata Nyoman.
Nyoman mengatakan, para peternak membutuhkan waktu lama untuk mengobati sapi-sapi yang terkena PMK. Pemprov pun mengucurkan dana bantuan tunai untuk peternak yang terdampak. “Karena mereka mengobati sendiri dalam durasi panjang. Begitu mereka tidak mampu, kolaps, sapinya mati,” katanya.
Nyoman berharap ada kebijakan bantuan tunai untuk peternak terdampak. “Ini sudah sangat parah dan kemampuan finansial untuk mengobati juga kurang. Kami mohon, selain kecepatan penyaluran, BTT disertai bantuan tunai untuk peternak,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wabah-pmk-jember”]
Ikut menginterupsi, Nurhasan, legislator Partai Keadilan Sejahtera, menyampaikan usulan peternak. “Peternak sapi meminta agar pasar hewan sementara ditutup dulu, karena masyarakat sudah bisa menilai bahwa yang mempercepat penularan PMK adalah blantik-blantik (pedagang hewan) yang sering turun ke kandang-kandang. Setiap kandang yang didatangi blantik, sapinya kena PMK. Jadi saya mohon ada ketegasan seperti Kabupaten Lumajang: pasar hewan ditutup sementara,” katanya.
Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, yang memimpin sidang paripurna, mengaku memperoleh informasi bahwa jumlah sapi yang sembuh mencapai seribu ekor. “Ini kabar baiknya. Tapi saya persilakan Komisi D memanggil Dinas Peternakan,” katanya.
Nurhasan meminta Itqon tidak keburu senang dengan angka kesembuhan itu. “Sembuh pun, jalannya sapi itu masih dingklang (terpincang-pincang). Yang sakit jauh lebih banyak dari seribu ekor,” katanya. [wir/suf]






