Pamekasan (beritajatim.com) – Insiden perusakan spanduk milik Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, yang dilakukan Eko Ari Widodo berakhir damai, Selasa (26/11/2019).
Insiden tersebut berawal saat dosen Filsafat IAIN Madura, menurunkan banner yang terpajang di salah satu sisi kampus, Jumat (16/11/2019). Namun banner yang juga terdapat logo PMII justru tersobek, hingga akhirnya dimasukkan ke tong sampah.
Kondisi tersebut sontak memancing amarah dari sejumlah jajaran pengurus rayon PMII Fakultas Syariah, para mahasiswa pun mencoba melakukan klarifikasi kepada dosen berpangkat lektor. Sayang hal tersebut tidak membuahkan hasil karena respon dari Eko Ari Widodo dinilai tidak mendasar.
Tidak puas dengan respon Pak Eko (sapaan akrab Eko Ari Widodo), mahasiswa yang tergabung dalam PMII IAIN Madura menggelar aksi unjuk rasa ke gedung Rektorat IAIN Madura, Senin (18/11/2019). Disusul pelaporan oleh Ketua Cabang PMII Pamekasan, Lian Fawahan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pamekasan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta yang bersangkutan meminta maaf. Sekaligus meminta pimpinan IAIN Madura untuk mengambil sikap tegas terhadap sikap ‘memalukan’ yang dilakukan dosen yang dinilai tidak beretika. Apalagi yang bersangkutan juga tercatat sebagai anggota Senat, serta Koordinator Rumah Jurnal di IAIN Madura.
[berita-terkait number=”4″ tag=”IAIN-Madura”]
Sepekan berselang, khususnya pasca aksi pertama di IAIN Madura. Eko Ari Widodo datang ke Kantor PC PMII Pamekasan, Jl Brawijaya, didampingi sejumlah alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni alias IKA PMII Pamekasan, Senin (25/11/2019) malam.
“Pada kesempatan ini, dengan kerendahan hati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan saya kepada PMII,” kata Eko Ari Widodo di hadapan sejumlah jajaran pengurus cabang, kader PMII IAIN Madura hingga perwakilan IKA PMII Pamekasan.
Tidak hanya itu, Eko Ari Widodo didampingi Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim bersama Ketua IKA PMII Pamekasan, Ketua Cabang hingga Ketua Komisariat PMII IAIN Madura, menggelar konferensi pers di salah satu gedung Rektorat di kampus yang terletak di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Selasa (26/11/2019).
Dalam momentum tersebut, Eko Ari Widodo kembali menyampaikan permintaan maaf bagi seluruh keluarga besar PMII. Mulai dari tingkat rayon hingga pusat. “Permohonan maaf ini saya sampaikan dari lubuk hati yang paling dalam dan tanpa tekanan dari pihak manapun,” ungkapnya.
“Saya juga menegaskan jika saya tidak terafiliasi dengan organisasi manapun, saya meminta kepada semua pihak agar menghentikan seluruh komentar dan hal-hal lain yang menyangkut persoalan ini,” tegas dosen asal Kediri, Jawa Timur.
[berita-terkait number=”4″ tag=”PMII-Pamekasan”]
Ketua Cabang PMII Pamekasan, Lian Fawahan menerima permintaan maaf dari Eko Ari Widodo. Sekaligus berharap agar peristiwa tersebut tidak terulang. “Sebagai organisasi ekstra, PMII mempunyai ruang dialektika dan berkontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia. Maka kami berharap agar PMII diberi ruang untuk terus meningkatkan intelektual mahasiswa, tidak hanya di IAIN Madura tetapi di seluruh kampus di Indonesia,” jelasnya.
Sementara Rektor IAIN Madura, Muhammad Kosim menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membatu agar masalah yang menimpa dosen kampus yang dipimpinnya bisa selesai dengan jalur dialog dan kekeluargaan. “Kami berharap hal ini menjadi pembelajaran bersama dan tidak ada lagi peristiwa seperti ini,” pungkasnya. [pin/suf]






