Jember (beritajatim.com) – Tiga orang mahasiswa Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengembangkan aerogel berbahan tanaman rami guna menyerap tumpahan minyak di laut. Mereka berharap hasil penelitian itu bisa menjadi sumbangsih terhadap upaya mengatasi tumpahan minyak di laut.
Tiga orang mahasiswa itu adalah Sofiatul Hasanah dari Program Studi Kimia FMIPA, Difka Augustina Diana Sari, dan M. Khoirunnafiuddin dari Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik. Mereka melakukan penelitian selama empat bulan sejak Juni 2022 di Laboratorium Kimia Organik FMIPA dan laboratorium CDAST Universitas Jember, dengan dibimbing dosen Program Studi Teknik Kimia FT, M. Maktum Muharja Al Fajri.
Menurut Sofiatul, saat ini metode yang banyak dikembangkan dan dianggap efektif untuk mengatasi tumpahan minyak di laut adalah penggunaan bioadsorben yang ramah lingkungan. Salah satu bioadsorben yang dikembangkan adalah aerogel, yakni bahan padat namun dengan kepadapatan rendah atau massa jenis rendah, sehingga dapat menyerap bahan tertentu seperti minyak.
“Kami membuat aerogel berbahan biomassa yakni limbah tanaman rami. Tanaman rami dipilih karena memiliki kandungan selulosa tinggi yaitu mencapai 88,5 persen dan ketersediannya yang melimpah di indonesia,” kata Sofiatul, sebagaimana dilansir Humas Unej, Sabtu (24/12/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”unej-jember”]
Mereka kemudian menambahkan materi graphene oxide (GO) dan N,N’ Methylenebisacrylamide (MBA). Penambahan kedua bahan tadi dalam sintesis aerogel untuk mendapatkan kapasitas penyerapan minyak yang lebih tinggi.
Mereka mengawalinya dengan menghaluskan batang rami yang dilanjutkan dengan delignifikasi atau menghilangkan kandungan lignin dengan menggunakan larutan soda api. Natrium hipoklorit digunakan untuk proses pemutihan atau bleaching. Setelah dicuci dan dikeringkan pada suhu 100 derajat Celsius selama 2 jam, dilakukan sintesis aerogel dengan menggunakan campuran GO/MBA dan bahan lainnya.
Kemampuan aerogel berbahan rami itu diujicoba dengan cara menyampurkan solar jenis Dexlite dengan air. “Ternyata aerogel berbahan rami yang kami kembangkan memiliki kapasitas adsorpsi tinggi, yakni mampu menyerap minyak sebanyak 8,55 gram/gram. Sementara dalam penelitian sebelumnya, aerogel dengan bahan spons luffa hanya mampu menyerap minyak sebanyak 5,2 gram/gram saja,” kata Khoirum.
Penelitian mereka yang berjudul “Valorisasi Biomaterial Limbah Batang Rami terkombinasi GO/MBA Sebagai Adsorben Kapasitas Tinggi Pada Aplikasi Tumpahan Minyak di Laut” ini dipresentasikan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2022 bidang Riset Eksakta, di Universitas Muhammadiyah Malang, 30 November – 4 Desember 2022. [wir/suf]






