Mojokerto (beritajatim.com) – Pentol Kelor Mojo menjadi salah satu produk yang dijadikan icon Desa Balongmojo di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dalam program Desa Berdaya Tahun 2022 berimbas baik kepada para pengrajin di desa tersebut. Dari produksi 10 kg per hari kini naik menjadi 14 kg per hari.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pengrajin pentol di Desa Balongmojo, Siti Aisyah (48). Ia mengaku berjualan pentol sejak 15 tahun lalu berawal dari ambil pentol dari saudara, namun selang dua tahun ia pun membuka usaha sebagai salah satu pengrajin pentol di desanya.
“Awalnya ambil di saudara, saya jual di depan Ajinomoto sekitar tahun 2008. Dua tahun kemudian bikin sendiri setelah diajari teman, setiap harinya produksi 10 kg. Pemasarannya lewat online, karena saya menjaga kualitas rasa dan harganya memang agak mahal jadi jual sendiri,” ungkapnya, Kamis (2/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”kelor”]
Masih kata Aisyah, ia memproduksi pentol dengan beberapa varian. Seperti original, jamur, keju dan mercon. Namun setelah ada inovasi dari Pemerintah Desa (Pemdes) Balongmojo, ia pun iku berpartisipasi dengan mencoba memproduksi pentol dicampur dengan daun kelor yang banyak tumbuh di desanya.
“Inovasi pentol kelor ini kan baru, belum setahun. Tapi memang ada kenaikan produksi dari 10 kg per hari menjadi 14 kg per hari, yang 4 kg ini khusus pentol kelor. Untuk pentol kelor dipasarkan melalui Bumdes, ini ada laporan jika penjualan naik di Bumdes. Insya Allah klo permintaan banyak ya pasti nambah produksi,” katanya.
Ia mengaku jika memang nantinya banyak permintaan di pentol kelor, ia tak kebingungan mencari tanaman kelor. Selain di rumahnya ada tanaman kelor, di tetangganya juga banyak tumbuh tanaman kelor yang dibuat pagar. Lantaran di Desa Balongmojo juga ada program One House One Kelor.
“Saya rasa tidak karena tanaman kelor banyak di sini, di rumah ada, di tetangga bahkan jadi pagar. Untuk harga, yang kemasan box mix isi 30 biji, saya jual dengan harga Rp25 ribu. Kemasan plastik isi 25 untuk original Rp 16 ribu, yang varian Rp 20 ribu. Selain pentol, saya juga jual sempol,” jelasnya. [tin/kun]
![Inovasi, Produksi Pentol Kelor di Balongmojo Mojokerto Naik Siti Aisyah (48) produksi pentol kelor di rumahnya di Desa Balongmojo Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230202-WA0007.jpg)






