Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya membuat inovasi yang berguna bagi Lalu lintas Indonesia.
Pasalnya lalu lintas merupakan sarana yang penting dalam kehidupan, yang mendukung laju pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Kebutuhan manusia yang tinggi akan transportasi menyebabkan meningkatnya jumlah kendaraan. Sayangnya tidak didukung dengan pertumbuhan infratruktur lalu lintas yang ada sehingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan kemacetan.
Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, Yudi Eka Susanto mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menciptakan lampu lalu lintas pintar berbasis Mikrokontroler.
Inovasi ini pula yang mengantarkan Yudi mendapatkan predikat Skripsi Menarik dari Fakultas Teknik UNTAG Surabaya.
Yudi menuturkan, Smart Traffic Light Berbasis Mikrokontroler ini digunakan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada jalur yang terjadi penumpukan kendaran dengan memanfaatkan kerja lampu lalu lintas. Sistem lalu lintas yang dirancang oleh Yudi dapat secara otomatis mempertimbangkan nyala lampu lalu lintas berdasarkan dengan antrian kendaraan pada setiap jalurnya.
Adapun sensor utltrasonic yang dirancang dapat mendeteksi kendaraan dalam radius 3-400cm, dan dirancang sedemikian rupa hingga setelah dilakukan pengujian sensor ultrasonic dapat mendeteksi panjangnya kepadatan dan dapat mengatur seberapa lama nyala lampu lalu lintas sesuai pada kepadatan lalu lintas.
“Cara kerja sistem ini dibuat sesuai dengan yang diharapkan pada lapangan, dilakukan pengujian terhadap lampu lalu lintas pintar berbasis Mikrokontroler ini juga untuk mencari kemungkinan terjadi kesalahan perangkat,” ujar Yudi.
Proses pengujian pun meliputi 4 proses. Pertama pengujian sensor ultrasonic terhadap kendaraan mainan yang difungsikan untuk mengetahui jarak, waktu sensor ultrasonic terhadap kendaraan mainan.
Selanjutnya adalah pengujian sensor ultrasonic dengan atmega 16 ditujukan untuk mengetahui fungsi sensor ultrasonic bekerja dengan baik. Pada pengujian ini dilakukan pengukuran pada 4 pin yang ada di sensor ultrasonic pada saat terkena kendaraan mainan dan tidak terkena kendaraan mainan.
Tak berhenti sampai di situ, Yudi menerangkan bahwa atmega 16 pun diuji dengan LED. Tujuannya untuk mengetahui fungsi LED bekerja dengan baik. Pada pengujian ini dilakukan pengukuran pada ketiga LED pada setiap ruas, yang sudah terhubung dengan setiap pin yang ada di mikrokontroler atmega 16.
Terakhir adalah pengujian pengujian atmega 16 dengan ic 4094 yang bertujuan untuk mengetahui fungsi seven segment bekerja dengan baik. Pada pengujian ini dilakukan pengukuran pada pin yang terletak di ic 4094.
“Saya harap ini bisa jadi salah satu inovasi yang berguna untuk masyarakat banyak,” harapnya.[adg/ted]






