Surabaya (beritajatim.com) – Dalam upaya mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan pondok pesantren, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Universitas Nahdatul Ulama Surabaya (UNUSA) telah berhasil menciptakan inovasi terbaru. Keduanya telah mengembangkan sebuah mesin pembakar sampah atau incinerator ramah lingkungan yang pertama di Indonesia, khusus untuk digunakan di pondok pesantren.
Incinerator yang telah terpasang di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Pamekasan, Madura ini memiliki keunggulan dalam efisiensi dan ramah lingkungan. Dengan menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar utama, mesin ini mampu membakar sekitar 40 kg sampah basah dalam waktu satu jam. Untuk sampah kering, proses pembakarannya bahkan lebih cepat, yakni hanya membutuhkan waktu 30 menit.
Salah satu keunikan dari incinerator ini adalah kemampuannya dalam mengolah residu sampah organik menjadi pupuk organik. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar pondok pesantren.
“Kolaborasi ini tidak hanya sebatas penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan, khususnya kesejahteraan para santri dan lingkungan sekitar pondok pesantren,” ujar Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra.
Menurut Widyaswendra, hadirnya incinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif bagi pondok pesantren yang selama ini menghadapi tantangan dalam mengelola limbah rumah tangga.
“Dengan teknologi yang ramah lingkungan, kami berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” tambahnya.
Senada dengan Widyaswendra, Ketua Center For Environmental Health of Pesantren (CEHP) UNUSA, Achmad Syafiuddin juga menekankan pentingnya inovasi ini bagi lingkungan. “Keuntungan utama dari penggunaan Unusa Insinerator adalah dampak positifnya terhadap lingkungan. Secara teknis, incinerator ini bekerja dengan membakar sampah dalam tungku dan menyaring asapnya sehingga tidak mencemari udara,” jelas Syafiuddin.
Lebih lanjut, Syafiuddin menambahkan bahwa sistem filtrasi yang digunakan pada incinerator ini sangat efektif dalam mengurangi polusi udara. “Asap yang dihasilkan akan dialirkan menuju tabung khusus untuk dispray, kemudian dialirkan ke bak penampung dan difilter. Air hasil filtrasi dapat digunakan kembali untuk proses penyemprotan,” ungkapnya. [ipl/beq]






