Surabaya (beritajatim.com) – Adu penalti adalah kesempatan bagi negara-negara non unggulan untuk membenamkan negara-negara kuat dalam Piala Dunia 2022. Terbukti, Kroasia dan Maroko memanfaatkan peluang itu untuk menyisihkan Brasil dan Spanyol di fase gugur.
Hingga fase perempat final, sudah ada empat pertandingan yang harus diakhiri dengan adu penalti. Kroasia mengalahkan Jepang 3-1 dalam Babak 16 Besar setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, dan Maroko mengalahkan Spanyol 3-0 setelah bermain imbang 0-0.
Babak perempat final menyajikan dua pertandingan yang diakhiri adu penalti. Kroasia kali ini mengalahkan Brasil 4-2 setelah imbang 1-1 dalam waktu normal dan Argentina yang membekuk Belanda 4-3 setelah seri 2-2 di waktu normal.
Sejak dilakukan pertama kali pada Piala Dunia 1982 hingga babak perempat final Piala Dunia 2022, tercatat 34 pertandingan diakhiri dengan adu penalti. Tidak semua tim unggulan berhasil melewatinya dengan mulus. Sebagian terjungkal. Tidak semua pemain hebat melakukannya dengan baik. Sebagian gagal.
Kroasia dan Jerman adalah tim yang paling susah dikalahkan. Dalam empat kali adu penalti, Jerman tak pernah kalah. Begitu juga Kroasia, yang selalu menang dalam tiga kesempatan adu penalti. Argentina adalah negara yang paling banyak menang dalam adu penalti. Dari enam pertandingan, Tim Tango menang lima kali. Ini berbeda dengan Brasil yang menang tiga kali dari lima pertandingan.
Inggris selalu sial. Dari empat kali adu penalti, Tiga Singa hanya menang sekali atas Kolombia pada Piala Dunia 2018. Spanyol sama apesnya dengan Inggris. Mereka menderita empat kali kekalahan dari lima kali adu penalti. Fans Belanda jelas membenci adu penalti. Dari empat pertandingan, Tim Oranje hanya menang sekali atas Kosta Rika pada Piala Dunia 2014. Sisanya, mereka dikalahkan sekali oleh Brasil dan dua kali oleh Argentina.
Adu penalti adalah peluang terbaik tim underdog untuk menjadi pemenang. Korea Selatan membuktikannya pada Piala Dunia 2002 dengan mengalahkan Spanyol 5-3 setelah bermain imbang 0-0 hingga waktu ekstra. Kosta Rika, negeri yang tak pernah masuk dalam peta sepak bola, berhasil lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2014 setelah memaksa hasil 1-1 selama waktu normal, dan menggebuk Yunani 5-3 dalam adu penalti.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penalti”]
Perlukah tendangan penalti dilatih? Divaldo Alves, pelatih berkebangsaan Portugal yang pernah melatih Persebaya Surabaya dan kini melatih Persik Kediri, memandang perlu kendati ada faktor mentalitas yang mempengaruhi.
Divaldo mengingatkan, dalam adu penalti tatapan mata publik sepak bola dunia mengarah kepada eksekutor dan penjaga gawang. “Pasti pressure besar,” katanya.
Putut Wijanarko, mantan pemain Persebaya Surabaya dan pelatih Persid Jember, menilai pemain berkelas dunia tak boleh menjadikan masalah mental sebagai alasan untuk kegagalan dalam adu penalti. “Mungkin mereka terlalu percaya diri,” katanya.
Dalam situasi turnamen seperti Piala Dunia, Divaldo dan Putut sepakat jika berlatih adu penalti tetap dibutuhkan. “Harus ada satu atau dua pemain yang terbiasa menendang penalti dalam tim. Para pemain sudah harus berlatih adu penalti setelah lolos fase grup, karena mereka tahu itu bisa terjadi. Kalau kamu berada dalam kompetisi yang mengharuskan ada penalti yang harus berlatih terus,” kata Divaldo. [wir/ted]
Daftar Adu Penalti di Piala Dunia
1982:
1. Jerman vs Prancis 3-3 (5-4) semifinal
1986
2. Belgia vs Spanyol 1-1 (5-4) perempat final
3. Prancis vs Brazil 1-1 (4-3) perempat final
4. Jerman vs Meksiko 0-0 (4-1) perempat final
1990
5. Irlandia vs Rumania 0-0 (5-4) 16 Besar
6. Argentina vs Yugoslavia 0-0 (3-2) perempat final
7. Argentina vs Italia 1-1 (4-3) semifinal
8. Jerman vs Inggris 1-1 (4-3) semifinal
1994
9. Bulgaria vs Meksiko 1-1 (3-1) 16 Besar
10. Swedia vs Rumania 2-2 (5-4) perempat final
11. Brasil vs Italia 0-0 (3-2) final
1998
12. Argentina vs Inggris 2-2 (4-3) 16 Besar
13. Prancis vs Italia 0-0 (4-3) perempat final
14. Brasil vs Belanda 1-1 (4-2) semifinal
2002
15. Spanyol vs Irlandia 1-1 (3-2) 16 Besar
16. Korsel vs Spanyol 0-0 (5-3) perempat final
2006
17. Ukraina vs Swiss 0-0 (3-0) 16 Besar
18. Jerman vs Argentina 1-1 (4-2) perempat final…
19. Portugal vs Inggris 0-0 (3-1) perempat final
20. Italia vs Prancis 1-1 (5-3) final
2010
21. Paraguay vs Jepang 0-0 (5-3) 16 Besar
22. Uruguay vs Ghana 1-1 (4-2) perempat final
2014
23. Brazil vs chile 1-1 (3-2) 16 Besar
24. Kosta Rika vs Yunani 1-1 (5-3)16 Besar
25. Belands vs Kosta Rika 0-0 (4-3) perempat final
26. Argentina vs Belanda 0-0 (4-2) semifinal
2018
27. Rusia vs Spanyol 1-1 (4-3) 16 Besar
28. Kroasia vs denmark 1-1 (3-2) 16 Besar
29. Inggris vs Kolombia 1-1 (4-3) 16 Besar
30. Kroasia vs Rusia 2-2 (4-3) perempat final
2022
31. Kroasia vs Jepang 1-1 (3-1) 16 Besar
32. Maroko vs Spanyol 0-0 (3-0) 16 Besar
33. Kroasia vs Brasil 1-1 (4-2) perempat final
34. Argentina vs Belanda 2-2 (4-3) perempat final






