Tuban (beritajatim.com) – Sedikitnya terdapat 40 desa dari enam kecamatan yang ada d wilayah Kabupaten Tuban yang sebentar lagi akan dilakukan pembebasan lahan untuk digunakan sebagai jalur Tol Demak-Tuban, Minggu (28/8/2022).
Rencana proyek Tol Demak-Tuban yang melewati wilayah Kabupaten Tuban itu sendiri saat ini masih dalam tahap sosialisasi untuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Yang mana rencana pembebasan lahan itu sendiri akan dilakukan dalam waktu dekat setelah dilakukan survei oleh tim dari pemerintah pusat.
“Ada sebanyak empat puluh desa di enam kecamatan di wilayah Tuban yang terdampak pembangunan tol,” terang Supriadi D Tumpatib, selaku Ketua Tim Penyusunan Amdal Pembangunan Ruas Jalan Tol Demak-Tuban saat berada di Tuban beberapa waktu lalu.
Dari data yang dihimpun beritajatim.com, puluhan desa yang akan terkena dampak pembangunan jalan Tol Demak-Tuban itu mulai dari Kecamatan Bancar, Tambakboyo, Kecamatan Kerek, Merakurak, Kecamatan Semanding dan Kecamatan Plumpang. Untuk desa-desa di Kecamatan Bancar mulai dari Desa Jatisari, Karangrejo, Kayen, Latsari, Ngujuran, Siding, Sukoharjo, Tengger Kulon dan Desa Tlogoagung.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jalan-tol”]
Kemudian di Kecamatan Tambakboyo ada empat desa, yakni Desa Belikanget, Cokrowati, Mander dan Desa Plajan. Kemudian wilayah Kecamatan Kerek yang akan dilalui mulai dari Desa Gaji, Gemulung, Jarorejo, Kasiman, Kedungrejo, Margomulyo, Padasan, Temayang dan Desa Wolutengah.
Kemudian rencana peta proyek jalan tol tersebut mengarah ke timur dengan melewati Desa Temandang, Pongpongan, Tuwiri Kulon, Tuwiri Wetan, Kapu, Tahulu, dan Desa Tegalrejo yang ada di wilayah Kecamatan Merakurak.

Selanjutnya melalui Desa Boto, Prunggahan Kulon, Bektiharjo, Penambangan, Sambongrejo, Genahharjo, Kowang, dan Desa Gesing Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Dan di Kecamatan Plumpang jalan tol itu akan melewati Desa Sumberagung, Desa Penidon dan Desa Magersari.
Sementara itu, dalam peta untuk jalur jalan tol Demak-Tuban yang telah dibuat terdapat bangunan tempat ibadah, makam dan beberapa lembaga pendidikan yang berpotensi terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. Sehingga bisa saja trase tersebut berubah jika memang ada sesuatu alasan yang mengharuskan untuk merubah peta itu.
“Iya fasilitas umum ada masjid, ada makam dan ada juga sekolah yang terdampak (Proyek Jalan Tol), tapi bisa jadi ada diluar itu yang belum teridentifikasi, seperti kebun dan sawah. Bisa saja trase ini berubah jika ada pertimbangan yang sangat mendasar,” ungkap Supriadi.[mut/ted]






