Surabaya (beritajatim.com) – Sering dijuluki sebagai perhelatan terbesar dalam dunia fashion, Met Gala tak sekadar menyuguhkan parade selebriti dengan busana mencolok.
Di balik sorotan kamera dan gaun-gaun mewah, terdapat kisah panjang tentang bagaimana acara ini tumbuh dari sebuah jamuan amal sederhana menjadi simbol eksklusivitas dan kekuatan budaya pop.
Tulisan ini akan membahas asal mula Met Gala, proses evolusinya, hingga fakta-fakta menarik yang jarang terungkap ke publik.
Awal Mula yang Sederhana
Met Gala pertama kali dilangsungkan pada tahun 1948 atas prakarsa Eleanor Lambert, sosok penting dalam industri mode Amerika yang juga menggagas New York Fashion Week. Saat itu, Met Gala diselenggarakan sebagai acara makan malam amal untuk mendukung Costume Institute, yakni bagian dari Metropolitan Museum of Art yang mengurusi koleksi dan studi sejarah busana.
Berdasarkan beberapa artikel yang dilansir beritajatim,com menyatakan pertama kali membuat acara ini adalah majalah Vogue, acara ini hanya dihadiri oleh kalangan sosialita dan penggiat seni New York. Harga tiket pun tergolong murah, hanya sekitar 50 dolar Amerika. Tujuan utama acara ini adalah menjembatani dunia mode dengan museum dan seni rupa.
Segalanya berubah ketika Diana Vreeland—mantan pemimpin redaksi Vogue—bergabung sebagai penasihat khusus Costume Institute di awal dekade 70-an.
Ia membawa pendekatan baru dengan menjadikan gala ini lebih megah, bertema, dan artistik. Di bawah pengaruh Vreeland, Met Gala mulai menghadirkan selebriti papan atas serta tokoh-tokoh mode dunia, menjadikannya ajang yang lebih menarik perhatian publik.
Konsep tema tahunan pun mulai diperkenalkan, menjadikan setiap acara punya identitas visual dan artistik tersendiri. Beberapa tema yang paling terkenal di antaranya “Heavenly Bodies” (2018) dan “Camp: Notes on Fashion” (2019).
Tahun 1995 menjadi titik balik lainnya ketika Anna Wintour, editor legendaris Vogue, mengambil alih kendali penuh sebagai ketua penyelenggara. Di bawah arahannya, Met Gala berkembang menjadi acara fashion dan sosial paling eksklusif di dunia.
Harga tiket melonjak drastis. Jika dulu hanya puluhan dolar, kini undangan bisa mencapai $75.000 per orang. Bahkan dengan uang sebanyak itu pun, belum tentu seseorang bisa hadir. Setiap tamu dipilih secara selektif oleh Wintour dan timnya, dan hanya tokoh berpengaruh di dunia mode, hiburan, dan budaya yang mendapat kursi di gala ini.
Fakta-Fakta Menarik Seputar Met Gala
1. Dilarang Mengambil Selfie atau Merokok
Berdasarkan The New York Times, Sejak 2015, Met Gala memberlakukan aturan ketat soal penggunaan ponsel selama acara. Para tamu dilarang mengambil foto atau mengunggah konten ke media sosial. Selain itu, merokok juga dilarang menyusul insiden pada 2017 ketika beberapa selebriti kedapatan melanggar peraturan museum.
2. Tema yang Dipikirkan Secara Serius
Berdasarkan Vogue.com, Met Gala menyesuaikan konsep busana dengan pameran utama yang digelar Costume Institute. Tema ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi inspirasi utama bagi para desainer dan selebriti. Untuk tahun 2025, tema yang diangkat adalah “Sleeping Beauties: Reawakening Fashion”, yang menyoroti busana langka dan rapuh dari masa lampau.
3. Mesin Penggalangan Dana Terbesar Museum
Menurut Handbag Sense, Met Gala adalah sumber pemasukan utama bagi Costume Institute. Pada 2023 saja, acara ini sukses mengumpulkan lebih dari 17 juta dolar untuk mendukung riset dan pelestarian koleksi busana museum.
4. Tidak Disiarkan Secara Langsung
Berbeda dengan acara penghargaan seperti Grammy atau Oscar, Met Gala tidak memiliki siaran langsung. Hanya momen red carpet yang bisa diakses media, sedangkan acara inti termasuk makan malam dan hiburan tetap bersifat tertutup bagi publik.
5. Busana Harus Sesuai Tema
Semua tamu diharapkan tampil maksimal dengan busana yang sesuai dengan tema tahunan. Banyak selebriti yang bekerja sama dengan rumah mode top selama berbulan-bulan untuk menyiapkan penampilan terbaik mereka. Nama-nama seperti Zendaya, Rihanna, dan Billy Porter selalu berhasil mencuri perhatian karena konsep busana mereka yang mencolok dan artistik.
Met Gala bukan hanya peragaan busana yang mewah, melainkan cerminan dari evolusi dunia seni, mode, dan budaya populer. Dari pertemuan sosial sederhana di tahun 1948 hingga menjadi ajang karpet merah paling eksklusif di dunia, Met Gala telah menjelma menjadi panggung besar bagi ekspresi, eksperimentasi, dan kekuatan narasi visual. Di balik sorotan dan kemewahan, tersimpan nilai sejarah dan kontribusi besar terhadap pelestarian seni mode dunia. [aje]






