Surabaya (beritajatim.com) – Hari pernikahan memang selalu menjadi momen sakral. Bukan hanya detik-detik ketika akad-nikah dan menjalani prosesi resepsi. Tetapi, juga masa-masa setelah resepsi yakni, memulai hubungan intim dengan pasangan kita.
Berhadapan langsung dengan orang yang kita cintai di tempat kusus yang telah disiapkan dan telah sah untuk bisa melakukan hubungan intim. Sebagian orang mungkin akan merasa canggung dan bingung.
Harus memulai dari mana, harus membuka percakapan dengan apa, dan banyak hal-hal kecil lain yang ketika dipikirkan akan semakin tak terurai. Momen berhubungan intim dengan pasangan adalah hal yang penting dan sakral. Apalagi untuk kali pertama dalam hidup.
Lantas bagaimana sebenarnya memulai aktivitas seks bagi yang belum berpengalaman? Beberapa hal ini bisa dicoba, berikut di antaranya.
Lebih siapkan mental daripada fisik
Bagi para perempuan yang kerap dilakukan saat malam pertama ialah lebih menyiapkan fisik, seperti memakai wangi-wangian dan lain sebagainya. Sedangkan yang dipikirkan para pria ialah peformanya. Dokter pun menyarankan, daripada sekadar fokus pada fisik alangkah lebih baik jika menyiapkan mental.
Di awal pernikahan pembahasan mengenai ekspektasi seks pada pasangan juga perlu dilakukan, agar bisa saling mengerti dan tidak tersakiti oleh harapan yang telah diasumsikan oleh diri sendiri. Pembahasan tersebut bisa berupa pertanyaan-pertanyaan seperti berapa kali, respon jika pasangan sedang tidak ingin melakukan hubungan seks, dan lain sebagainya.
Mengenai apa saja yang memungkinkan akan terjadi, tentu saja perlu dibahas agar ketika hendak melakukan aktivitas seks setidaknya pasangan bisa siap secara mental. Begitu juga mengenai fantasi seksualitas yang diharapkan setiap pasangan.
Meski fantasi seks tidak harus diaplikasikan karena terkesan aneh atau karena alasan lainnya, setidaknya jangan pernah menghakimi. Hal tersebut justru akan membuat hubungan jadi renggang.
Perlunya mapping
Pasangan yang belum pernah melakukan hubungan seks, perlu juga untuk memperbanyak komunikasi, salah satunya mengenai mapping. Hal itu berguna untuk saling mengetahui zona-zona erotis tubuh sendiri dan juga pasangan.
Jika keduanya belum saling mengetahui tentu perlu mapping bersama, yakni mencari zona tubuh bagian mana yang bisa membangkitkan gairah seksual.
Para pria tidak perlu terburu-buru menunjukkan tingkat jagonya di atas ranjang, begitupun untuk wanita juga tidak perlu insecure. Jika gugup bisa saling massage agar lebih terangsang atau sentuh pada bagian-bagian tertentu. Karena ketika pasangan terangsang akan membuat aktivitas seksual menjadi lebih nikmat, meski baru malam pertama. [fyi/tur]






