Banyuwangi (beritajatim.com) – Tim gabungan TNI/ Polri dan kelompok masyarakat di Jawa Timur melakukan apel gelar pasukan di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur jelang pelaksanaan KTT G20 di Bali. Sejumlah personel bersenjata lengkap ditempatkan di sejumlah titik terutama tempat publik, dan pintu masuk menuju Bali.
Pandam V Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto menyebut ada sejumlah titik yang menjadi fokus pengamanan KTT G20 di Bali.
“Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah dan menjadi tempat penyelenggaraan KTT 20 merupakan sebuah kepercayaan Kehormatan dan suatu kebanggaan namun yang sangat penting dipahami adalah dibalik kehormatan itu terkandung tanggung jawab dan tantangan yang besar bagi kita untuk memastikan KTT presidensial G20 dapat berjalan dengan aman lancar,” jelas Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto.
Di Banyuwangi, kata Pangdam V Brawijaya Nurchahyanto, fokus pengamanan berada di Pelabuhan PT ASDP Ketapang, pelabuhan rakyat, termasuk pengamanan laut serta Bandara Internasional Banyuwangi.
“Fokus lainnya ada di obyek vital seperti PLTU Paiton, Probolinggo sebagai penyuplai kebutuhan energi listrik di KTT G20 di Bali,” terangnya.
Nantinya, kata Nurchahyanto, ada berbagai simulasi pengamanan untuk menjaga pentingnya dan memastikan kegiatan KTT presidensial G20 tersebut. Beberapa hal yang diantisipasi yakni, masih terjadinya gerakan aksi terorisme dan radikalisme yang mengancam kedaulatan NKRI.
“Perlu diingatkan bahwa tanggung jawab pengamanan yang bisa pikul, bukanlah tugas yang ringan. Harus kita siapkan semaksimal mungkin dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di atas pundak kita kehormatan negara menjadi tanggung jawab kita semua, harga diri bangsa harus kita pertaruhkan dengan sekuat tenaga,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”KTT-G20″]
Sehingga perlu adanya langkah yang serius dalam pengamanan G20 ini. Selain itu, adanya kedatangan tokoh-tokoh penting, kepala negara ataupun kepala pemerintahan negara-negara besar juga menjadi perhatian.
“16 November 2022 bukanlah pertemuan yang biasa, Karena merupakan forum utama kerjasama ekonomi global yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar,”
“Forum ini mewakili lebih dari 75 persen perdagangan dunia yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting kepala kepala negara ataupun kepala pemerintahan negara-negara besar,” pungkas Mayjen TNI Nurchahyanto dalam sambutannya. [rin/but]






