Sidoarjo (beritajatim.com) – Proyek pembangunan Flyover JPL 64 Krian Sidoarjo yang dinanti-nantikan masyarakat, terus dikebut oleh pihak PT Wika KSO dan PT Yasapola Remaja selaku kontraktor yang dipercaya oleh Kementerian Perhuhungan.
Proyek Flyover JPL 64 Krian dibangun untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di daerah Krian. Karena simpang lima di Krian, titik penghubung antar kota mulai dari arah Surabaya (arah ke timur), Sidoarjo, Mojokerto (arah ke barat) dan Gresik (arah ke utara).
Progres pembangunannya saat ini tiang-tiang pancang beton penyangga jembatan sebagian sudah terpasang. Ditargetkan akhir Desember 2023 Flyover Krian itu selesai.
Flyover Krian tersebut memiliki panjang 700 meter ditambah 100 meter di masing-masing ujung flyover untuk turunan. Flyover Krian dibangun melintas di atas rel kereta api Km 38+897 lintas Surabaya-Solo mulai Jalan Raya Moh. Yamin hingga Jalan Kyai Mojo Krian.
Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menyampaikan, pengerjaan proyek Flyover JPL 64 Krian beriringan dengan pembangunan proyek Flyover JPL 79 Kedinding, Kecamatan Tarik.
Proyek di Krian dan Tarik tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim untuk mengurai kemacetan di perlintasan sebidang ruas jalan Krian dan Tarik.
Untuk mendukung percepatan pembangunan Flyover JPL 64 Krian, Pemkab Sidoarjo telah mengeluarkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 7,5 miliar.

“Anggaran tersebut dipakai untuk ganti rugi lahan masyarakat yang terkena dampak pembangunan,” ujar Gus Muhdlor Sabtu (14/1/2023).
Kedua proyek tersebut anggarannya bersumber dari APBN melalui Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI. Untuk alokasi anggaran pembangunan Flyover JPL 64 Krian mencapai Rp 167 miliar. Sedangkan untuk Flyover JPL 79 Kedinding Tarik sebesar Rp 60 miliar.
Harapan putra KH Agoes Ali Masyhuri pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu, keberadaan Flyover JPL 64 itu nantinya bisa mengurai kemacetan di perempatan ruas Jl. Kyai Mojo Krian dan Jl. M. Yamin. Dimana pada perempatan jalan tersebut selama ini selalu menjadi titik kemacetan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-sidoarjo”]
Gus Muhdlor itu juga mengapresiasi dan berterimakasih kepada warga di sekitar proyek yang ikut mendukung pembangunan perlintasan sebidang itu. Permohonan maaf juga disampaikan, karena proyek tersebut berimbas pada kelancaran aktivitas masyarakat.
“Proyek bisa lancar karena warga sekitar mendukung, sebelumnya kami minta maaf karena selama pengerjaan proyek terjadi pengalihan arus kendaraan dan mobilitas warga sementara sedikit terganggu,” imbuh alumni Fisip Unair Surabaya itu. (isa/ted)






