Lamongan (beritajatim.com) – Setelah berpisah sejak pertengahan 2019, Aji Santoso kembali ke pelukan Persela Lamongan. Manajemen Laskar Joko Tingkir pastinya punya pertimbangan khusus, sebelum memutuskan untuk mendaratkan Aji.
Sentuhan tangan dingin Aji dalam menangani sebuah tim, menjadi faktor utama yang membuat Presiden Persela, Fariz Julinar Maurisal kepincut merekrut pelatih 55 tahun itu.
“Coach Aji Santoso pelatih yang mempunyai visi yang luar biasa dan peracik taktik yang sangat mumpuni,” kata Fariz, saat dikonfirmasi, Kamis (17/4/2025).

Aji Santoso saat menangani Persela Lamongan pada musim 2019. (Foto: Instagram Pesela)
Rata-rata tim yang ditangani Aji memiliki gaya permainan yang agresif. Tak melulu mengandalkan skuad mewah, pelatih pemegang lisensi kepelatihan Pro AFC juga piawai memoles dan tak segan memberikan kepercayaan kepada pemain muda.
Terbukti dari setiap tim yang ditangani Aji, selalu muncul pemain muda potensial yang kemudian mendapatkan kesempatan tampil reguler dalam kompetisi.
Begitu juga ketika menangani Persela pada tahun 2017 hingga medio 2019. Pelatih asal Malang, Jawa Timur itu mengorbitkan Fahmi Al-ayyubi dan Birrul Walidain.
“Coach Aji juga punya pengalaman memegang Persela dan pasti tau gimana cara menjaga marwah masyarakat Lamongan di sepakbola, melalui Persela,” tuturnya.
Fariz pun menggantungkan harapan besar kepada Aji Santoso untuk dapat membangkitkan Laskar Joko Tingkir, yang dalam 3 musim terakhir berkutat di kasta kedua kompetisi sepakbola Tanah Air.
“Harapan kita tetap sama, yaitu berprestasi dan bisa kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia,” ujarnya. (fak/but)






