Ngawi (beritajatim.com) – Tanjakan Baron yang ada di Jalan Raya Ngrambe Sine masuk Desa Sambirejo, Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur termasuk lokasi rawan kecelakaan. Banyak kendaraan angkutan barang dan angkutan orang yang tak kuat menanjak hingga terguling seperti nasib truk angkut batu yang mengalami kecelakaan pada Rabu (13/7/2022) siang.
Maman warga setempat membenarkan bahwa sejak puluhan tahun silam banyak sekali kendaraan yang mengalami kecelakaan. Tak sedikit yang memakan korban jiwa maupun luka-luka. Jalan tersebut kerap dilalui truk muatan material yang hendak dibawa ke Jawa Tengah lewat Sragen. Berikut, truk-truk lain ataupun kendaraan pribadi yang hendak berwisata.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan-ngawi”]
“Di sini rawan kecelakaan. Mayoritas karena tidak kuat menanjak. Kami sering ingatkan pada para pengguna jalan ketika melintas,” kata Maman, Rabu (13/7/2022)
Di kawasan itu tak banyak rambu-rambu terkait jalan menikung tajam dan menanjak. Sehingga, tak banyak yang waspada dan berakhir celaka. Dia mengingatkan pada para pengguna jalan agar berhati-hati.
Untuk diketahui, sebuah truk yang mengangkut material batu sekitar 12 ton tak kuat menanjak hingga terguling di Jalan Raya Ngrambe Sine, masuk Desa Sambirejo, Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur, Rabu (13/7/2022). Sang pengemudi yakni Ngatno (54) warga Desa Srimulyo, Gondang, Sragen, Jawa Tengah meninggal dunia di lokasi akibat tertimpa batu yang tumpah dari baknya.
Kejadian berawal saat truk nopol AD 1334 GN itu usai mengambil material batu dari Kecamatan Kendal. Batu itu hendak dikirim ke Sragen untuk dipecah menjadi kecil-kecil. Sesampainya di lokasi kejadian, truk itu tak kuat menanjak. Akibatnya, truk pun mundur dengan sendirinya dan kemudian terguling. Material batu berceceran ke jalan masuk desa. Sang sopir pun meninggal usai tertimpa batu yang tumpah dari bak truk. [fiq/suf]






