Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Angel Alfredo Vera menilai strategi yang diterapkan tidak berjalan maksimal ketika timnya takluk 1-3 dari PSM Makassar, pada laga pekan ke-25 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Minggu (2/3/2025) malam.
Sebiji gol Laskar Sape Kerrab, dicetak Lulinha pada masa injury time. Sedangkan 3 gol Juku Eja, dicetak Nermin Haljeta pada menit 49′ dan menit 70′, serta sebiji gol Victor Jonson pada menit 54′.
“Apa (strategi) yang kita rencanakan tidak berjalan baik, sedangkan PSM menerapkan presssing ketat sepanjang pertandingan. Padahal kita sudah berusaha cepat mengeluarkan bila ke depan, tapi belum bisa cetak gol,” kata Angel Alfredo Vera.
Selain itu, gol cepat PSM pada awal babak kedua dinilai merusak fokus untuk mengejar ketertinggalan. “Kami punya kelemahan di babak kedua. PSM mendapatkan gol dan membuat kami harus lebih terbuka untuk cari gol. Tapi kami justru kebobolan dua gol,” ungkapnya.
Memang sepanjang babak kedua, timnya memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Hanya saja barisan pertahanan PSM tampil solid dan sangat sulit ditembus. “Sebenarnya kita mendapatkan beberapa peluang bagus untuk cetak gol, sayang kita tidak bisa bermain seri,” pungkasnya.
Dengan kekalahan tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, kembali gagal keluar dari zona merah degradasi. Padahal pada laga tersebut, mereka memiliki peluang emas untuk segera keluar dari zona merah.
Saat ini, mereka kembali turun satu strip menempati posisi 17 klasemen sementara dengan torehan 21 poin berkat hasil 5 kali menang, 6 kali imbang dan 14 kali kalah. Mereka baru memasukkan sebanyak 25 gol dan kebobolan sebanyak 47 gol dari 25 laga yang dijalani. [pin/kun]






