Yogyakarta (beritajatim.com) – Warga Kabupaten Sleman, Yogyakarta, diajak untuk lebih memahami karakter sungai sebagai upaya pengendalian bencana. Mengetahui karakter sungai dapat membantu mereka melakukan mitigasi risiko terhadap peristiwa alam yang mungkin terjadi, seperti banjir dan kekeringan.
Dalam diskusi yang diadakan oleh Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS), Dosen Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta, Nendra Eko Nugroho, ST, MT, menjelaskan pentingnya memahami profil sungai. Profil sungai dibagi menjadi tiga zona.
Zona pertama adalah zona pengikisan, yang ditandai oleh lereng yang curam di hulu sungai, sehingga air mengalir dengan cepat dan mengikis dasar sungai, membentuk lembah sungai berbentuk huruf “V.” Zona kedua adalah zona pengangkutan, di mana kemiringan lereng mulai menurun, aliran air melambat, dan pengikisan melebar, membentuk lembah sungai seperti huruf “U.” Material erosi dari zona ini menuju zona hilir sungai. Zona ketiga adalah zona pengendapan, di mana material hasil erosi terendapkan dan membentuk bentukan alam seperti gosong sungai, saluran sungai yang bercabang, dan delta.
Nendra juga menjelaskan bahwa keberadaan mata air dapat dideteksi dari bentuk batuan yang ditemui di sekitar sungai. Batuan yang masih dominan runcing dan keras menandakan bahwa sungai dekat dengan mata air, sedangkan batuan yang dominan bulat dan halus menunjukkan jarak yang lebih jauh dari mata air.
Dalam konteks mitigasi risiko, Nendra mengingatkan masyarakat yang tinggal di pinggir sungai untuk waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, erosi, dan kekeringan. Masyarakat perlu memahami karakter banjir dan meningkatkan kesadaran bahwa rumah mereka terletak di pinggir sungai. Selain itu, keterlibatan stakeholder seperti pemerintah, komunitas, dan organisasi yang peduli terhadap kelestarian sungai juga sangat penting.
BACA JUGA:
Yogyakarta Klaim Pengelolaan Sampah Tunjukkan Hasil Positif
Komunitas yang peduli terhadap sungai menyambut baik topik diskusi ini, terutama terkait ketersediaan air di sungai. Mereka berharap agar gerakan masyarakat untuk melestarikan sungai dapat terus berkembang dan mendapatkan dukungan pemerintah.
Inisiatif ini merupakan langkah positif dalam menghadapi tantangan lingkungan dan bencana alam, serta memungkinkan masyarakat yang tinggal di daerah pinggir sungai untuk lebih siap dalam menghadapi perubahan kondisi sungai dan mengurangi risiko terhadap potensi bencana. [aje/but]






