Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi ternyata juga memiliki produsen gula aren organik. Lokasinya di lereng Gunung Ijen tepatnya di Desa Kluncing, Kecamatan Licin.
Ada sekitar 30 petani yang tergabung dalam wadah kelompok tani (poktan). Semuanya mengolah gula aren organik.
Di desa ini terdapat 1500 an pohon aren liar yang dimanfaatkan warga. Warga mengambil nira atau cairan dari pohon aren tersebut untuk diolah menjadi gula.
“Selain itu juga terdapat sekitar 400 pohon aren yang ditanam oleh warga. Jadi total ada 1.900 pohon aren di sini (Kluncing),” ujarnya.
Dari hasil pemanfaatan itu, setiap petani mampu menghasilkan 20 liter nira. Mereka mengambilnya dengan cara disadap pada pagi dan sore hari.
Nira yang terkumpul kemudian direbus dan sementara waktu dikumpulkan untuk menunggu proses produksi.
“Kami produksi setiap tiga hari, rata-rata 50 liter. Ini bisa menghasilkan kurang lebih 25 log gula aren berbentuk tabung dengan panjang kurang lebih 15 cm, atau setara 17,5 kilogram. Dalam sebulan kami bisa produksi sekitar 7.500 log gula aren organik,” ujar Sholeh Ketua kelompok tani (poktan) Bukit Hijau yang memproduksi gula aren organik itu.
Produksi gula aren organik milih poktan Bukit Hijau ini ternyata tidak hanya untuk kebutuhan di Banyuwangi. Namun, telah merambah ke sejumlah daerah lain di sekitarnya.
“Produksinya sudah merambah ke sejumlah daerah tetangga. Di antaranya Malang, Situbondo, Surabaya,” ungkapnya.
Tak salah jika Desa Kluncing menjadi produsen gula aren, khususnya gula aren organik ini. Letaknya, di ketinggian 500 Meter di bawah Permukaan Laut (MDPL), membuat daerah ini juga kaya akan hasil alamnya termasuk tumbuhnya pohon aren.
“Produk kami sudah organik. Jadi sudah mendapatkan sertifikat organik yang cukup ketat, dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (Lesos) sejak 2012. Karena kalau organik itu kan dari hulu ke hilir harus benar benar terjaga supaya tidak terkontaminasi bahan-bahan non organik,” terangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banyuwangi”]
Hasil produksi gula aren organik di tempat ini memang meyakinkan dari segi kualitas. Artinya, sudah ada pembuktian jika produksi gula aren Desa Kluncing memang murni organik.
“Gula aren kami murni dari air nira yang dipanaskan. Tidak ada tambahan sulfit maupun bahan kimia lainnya,” pungkasnya.
Melihat kondisi itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani merasa terkesan. Bahkan, dirinya secara pribadi mengapresiasi atas kerja keras warganya itu.
“Kualitas gula aren di desa ini sangat bagus karena diolah secara organik. Terbukti sudah 10 tahun bisa mempertahankan sertifikasi organik dari Lesos,” kata Ipuk.
Sebagai langkah apresiasi, Bupati Ipuk memberikan stimulus bantuan untuk para petani. Di antaranya, peralatan untuk meningkatkan usaha mereka, seperti pisau penderes kelapa, ratusan jerigen, dan cetakan gula. (rin/ted)






