Surabaya (beritajatim.com) – Presiden RI Joko Widodo akan hadir dalam pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) pada 22-23 Desember di Lampung.
Hal ini disampaikan Sekretaris Panitia Nasional Muktamar ke-34 NU Provinsi Lampung, Syahrizal Syarif.
“Protokol istana sudah datang ke Pesantren Darussa’adah. Presiden akan hadir pada pembukaan 22 Desember. Tadinya 23-25, arahannya menjadi 22-23,” kata dr Syahrizal kepada media.
Dia mengatakan, skenarionya Muktamar dipusatkan di empat tempat. Untuk pembukaan Muktamar berlokasi di pesantren Darussa’adah. Tiga tempat lainnya adalah di UIN Raden Intan Lampung, Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Malahayati.
Meskipun acara berakhir pada 23 Desember 2021, Syahrizal mengatakan, penutupan Muktamar NU sederhana akan digelar pada 24 Desember. Namun, pada intinya acara pokok disebut sudah rampung pada 23 Desember.
“Pada 24 Desember izin untuk penutupan sederhana di UIN, karena wapres ada acara di Masjid UIN. Tapi semua sidang pokok sudah, organisasi sudah selesai, pemilihan ketua umum. Selain itu, harus antigen untuk peserta pada 24 Desember pagi, ada kegiatan tes untuk kepulangan,” ujar dr Syahrizal.
[berita-terkait number=”4″ tag=”muktamar-nu-lampung”]
Syahrizal mengatakan, biasanya terdapat tujuh orang dari utusan cabang yang ikut serta, namun Muktamar ke-34 NU dipangkas menjadi tiga orang. Seluruh peserta boleh mengikuti Muktamar, jika sudah memiliki aplikasi peduli lindungi, kemudian juga telah menerima vaksin dosis pertama.
“Setelah Muktamar, harapannya zero kasus, setelah pulang tiga hari sampai hari kelima masih dipantau melalui telepon. Harapannya ini bisa menjadi model untuk pemerintah, (gelaran) suatu organisasi dalam masa wabah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Syahrizal menjelaskan terkait persiapan muktamar. “Siap sekali, nggak ada masalah. Kami tahu ini masa pandemi, banyak dinamika, tapi kita siap. Lampung sudah lama ditetapkan,” kata dia.
“Yang paling pokok ini unik, NU masuk Muktamar menjelang 100 tahun pada 2026. Artinya, Muktamar akan membawa NU ke abad kedua. Ini adalah Muktamar yang diselenggarakan di situasi wabah, Muktamar kita rancang menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah,” tuturnya.
Para peserta juga akan diuji melalui tes PCR atau antigen sebelum datang ke acara Muktamar. Selain itu, pembukaan Muktamar yang biasa diikuti oleh 2.000 hadirin, saat ini dipangkas menjadi hanya sekitar 500 orang.
“Prinsipnya, kami bentuk Satgas Covid-19 untuk Muktamar. Selain berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat, seluruh kegiatan akan mengikuti protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, pengecekan suhu, tempat tinggal dan transportasi pergerakan bus. Semua yang memenuhi kapasitas 70 persen,” pungkas Syahrizal. (tok/ted)






