Ngawi (beritajatim.com) – Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan untuk mendapatkan penyebab pasti dari kecelakaan maut bus pariwisata rombongan guru SMP Charis National Academy Malang dengan truk trailer muatan paku bumi dengan tiang pancang di Tol Ngawi-Solo. Berikut penjelasan dugaan sementara dari pihak kepolisian.
Kecelakaan yang terjadi di KM 567 B Tol Ngawi-Solo masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur itu menewaskan dua orang. Kernet bus PO Restu yakni Anugrah Aviciena (23) warga Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati Pasuruan dan kernet truk trailer David Angga Fauzi (30) warga Desa Ngrame, Pungging, Mojokerto.
Lalai Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan Maut
Kasat Lantas Polres Ngawi AKP M. Sapari menjelaskan, dugaan sementara kejadian itu karena kurang hati-hatinya pengemudi bus pariwisata.
‘’Penyebab diduga karena kelalaian pengemudi bus Restu ini. Kalau ngantuk kayaknya belum ya. Dan kami tidak bisa bilang ngantuk karena masih kami dalami lagi. Karena ini masih dalam penanganan kami,’’ kata Sapari.
Dia pun menceritakan jika sejumlah korban yang masih menjalani perawatan di RS Widodo dan RS At Tin Husada sudah ada yang pulang untuk rawat jalan. Sementara, pengemudi bus pariwisata yakni Muhammad Basri warga Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. ‘’Ada yang sudah kembali ada yang masih dirawat,’’ lanjutnya.
Sebelumnya, satu dari tiga bus rombongan wisata asal Malang menabrak truk trailer muatan tiang pancang di Tol Ngawi-Solo di kilometer 567 B masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (3/1/2023) pukul 04.00 dini hari.
Akibatnya, kernet bus rombongan wisata SMP Charis National Academy Malang itu meninggal dunia di lokasi. Sementara, 20 penumpang yang merupakan guru mengalami luka-luka. Tak hanya, itu sopir truk trailer pun mengalami luka karena tertimpa muatan tiang pancang.
Kejadian berawal saat bus pariwisata PO Restu itu membawa rombongan guru SMP Charis National Academy. Total ada tiga bus yang berjalan beriringan dari arah Surabaya menuju arah Yogyakarta. Mereka hendak liburan. Sampai di lokasi kejadian, bus pertama yang dikemudikan oleh Muhammad Basri (48) warga Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan tak dapat menghindari truk trailer yang berjalan searah di depannya.
Bus yang mengangkut 34 orang guru itu langsung menabrak truk trailer muatan tiang pancang di depannya yang dikemudikan oleh Suwignyo (55) asal Desa Ngrambe Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Kerasnya benturan membuat muatan truk tiang pancang tumpah menimbun sopir truk. Sementara, sang kernet bus yakni Anugrah Aviciena Arif (20) warga Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati Pasuruan meninggal dunia di lokasi.
Ada 20 orang terluka dan sang sopir truk yang luka parah. Sebanyak 17 penumpang diantaranya dirawat di RS Widodo dan sisanya di RS At Tin Husada. Untuk korban meninggal, dibawa ke ruang jenazah RSUD dr Soeroto Ngawi.
‘’Saya tidak tahu kejadian persisnya, namun saat saya tidur bus ini sudah menabrak pembatas jalan, tepatnya di belakang truk muatan pancang. Kami rombongan guru mau liburan ke Yogyakarta,’’ kata Joshua Aji Susma, salah satu penumpang bus.
‘’Di depan tidak ada lampu, saya goyang ke kanan dan akhirnya menabrak truk tiang pancang. Sopirnya tertimbun muatan,’’ kata Muhammad Basri, sopir bus.
Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah TKP. Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. [fiq/aje]






