Surabaya (beritajatim.com) – Bagi Anda para pengelola website perlu tahu tips mengoptimalkan kinerja website. Pastikan kecepatan aksesnya, keamanan penyimpanan data, kapasitas penyimpanan yang luas, dan elemen-elemen lainnya.
Salah satunya dengan memastikan hosting dan VPS yang mengakomodir fitur-fitur tersebut menjadi sangat krusial di awal pembuatan website. Namun, ada kalanya pemilik website mengalami ketidakcocokan dengan layanan yang sudah dipilih. Hasilnya, biaya yang dikeluarkan pun terbuang sia-sia akibat pemilihan hosting yang tidak tepat.
Lalu, bagaimana jika Anda ingin melakukan migrasi website ke layanan hosting yang lebih berkualitas seperti DomaiNesia?.
Sebelum masuk ke pembahasan tersebut, mari kenali terlebih dulu apa itu migrasi website dan apa saja persiapan yang perlu dilakukan.
Mengenal Apa Itu Migrasi Website
Migrasi website merupakan proses mengalihkan sebuah website dari penyedia layanan hosting sebelumnya ke layanan hosting baru.
Langkah ini dilakukan ketika pemilik website menghadapi permasalahan atau ketidakpuasan terhadap layanan hosting lama, seperti, keterbatasan ruang penyimpanan data, rendahnya tingkat keamanan hosting, habisnya periode langganan, pertimbangan biaya renewal, dan faktor-faktor lainnya.
Tujuan utama migrasi adalah memastikan kualitas dan performa website yang lebih baik di layanan hosting yang baru, sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi pemilik website. Meskipun prosesnya terasa kompleks, migrasi website perlu dilakukan untuk memastikan bahwa website tetap bekerja secara optimal.
Cara Melakukan Migrasi Website
Dalam proses migrasi website, terdapat beberapa tahapan penting yang perlu Anda lakukan.
Berikut tahapan-tahapan migrasi website secara manual di layanan DomaiNesia:
Akses cPanel Hosting dan Buka File Manage
Pertama, masuk ke cPanel. Anda dapat melakukan ini melalui tautan https://namadomain/cpanel, sesuai dengan informasi akun hosting yang diberikan oleh DomaiNesia. Setelah berhasil login, gunakan kolom pencarian untuk mengetik “file manager”. Klik opsi “File Manager” yang muncul.
Persiapkan File Website Subdomain A
Langkah demi langkah panduan ini menjelaskan cara migrasi manual dari Subdomain A ke Subdomain B.
Anda perlu mempersiapkan file website Subdomain A dan mengetahui lokasinya, apakah berada langsung di subdomain, dalam folder public_html, atau tempat lain.
Buat Cadangan File Website
Selanjutnya, buatlah salinan file website. Buka folder Subdomain A, pilih semua file, klik kanan, lalu pilih “Compress”. Tunggu hingga file .zip terunduh. Pilih jenis kompresi “Zip Archive”.
Sebelum memulai kompresi, pada bagian bawah ada opsi “Enter the name of the compressed archive and click Compress.” Sesuaikan nama file .zip untuk memudahkan pengunduhan.
Setelah itu, klik “Compress File”. Tunggu hingga kompresi selesai. Jika berhasil, akan muncul file cadangan. Nama panduannya adalah “backup_file_webphp.zip”. Klik kanan file .zip dan pilih “Download”.
Ekspor Database
Jangan lupa untuk melakukan ekspor database website. Buka phpMyAdmin, pilih database, klik “Export”, pilih format SQL, lalu klik “Go”. File .sql akan muncul di folder Download komputer lokal dengan nama “websites_webphp.sql”.
Pulihkan File Website
Setelah file dicadangkan, pulihkan file-file tersebut. Masuk ke folder tujuan, yakni Subdomain B. Klik “Upload”, pilih file .zip cadangan yang telah diunduh. Setelah proses selesai (100%), klik “Reload”, lalu “Extract”. Pastikan ekstraksi dilakukan pada folder tujuan (Subdomain B) dan klik “Extract Files”.
Impor dan Sinkronisasi Database
Meskipun tampilan website sudah muncul, database perlu diimpor dan disinkronkan dengan konfigurasi. Buat database baru, masuk ke phpMyAdmin, pilih database, klik “Import”, pilih file .sql yang diunduh, lalu “Go”.
Setelah itu, pastikan file konfigurasi database seperti config.php atau database.php sesuai dengan nama database, pengguna, dan kata sandi yang telah dicatat. Jangan lupa untuk menyimpan perubahan.
Periksa Hasilnya di Browser
Cek tampilan di browser web dan lakukan perbandingan antara Subdomain A (webphp.websitesaya.net) dengan Subdomain B (webphpbaru.websitesaya.net). Kesamaan menandakan keberhasilan migrasi. Jika tampilan sudah serupa, coba masuk atau mendaftar. Jika berhasil, maka konfigurasi database tepat dan migrasi manual website sukses dilakukan.
Proses migrasi memiliki beberapa tahapan teknis yang memerlukan pengetahuan mendalam tentang fitur-fitur yang digunakan untuk mengeksekusinya.
Dengan pemahaman yang baik, Anda dapat memastikan bahwa migrasi website berjalan lancar tanpa kehilangan data.
Salah satu layanan hosting yang bisa digunakan adalah DomaiNesia untuk migrasi website Anda. Layanan ini memiliki customer support yang siap membantu proses migrasi website.[rea]






