Gresik (beritajatim.com)- Komunitas fertilitas punya tersendiri mengedukasi masyarakat terkait dengan kesuburan perempuan. Melalui road show dikemas dengan senam yoga fertility serta healthy consulty. Harapannya, masyarakat khususnya pasangan suami istri tidak tabu lagi membicarakan mengenai kesuburan perempuan.
Road show kali ini sudah digelar di 10 kota di seluruh Jawa Timur termasuk di Kota Gresik dengan nama ‘Gresik Fertility Fest’. Di kegiatan tersebut juga hadir pakar kesehatan. Diantaranya, dr. Astie Young, dipl.Cidesco, CHT, MNLP dan dr. Trimayanti Olfah, Sp.OG.
Customer Activation Manager Klinik Fertilitas Indonesia menuturkan, tujuan edukasi ini supaya pasangan suami istri punya langkah-langkah yang tepat untuk memiliki buah hati. Sehingga, dengan pengetahuan yang baik masyarakat dapat menepis mitos yang justru menambah beban pikiran dan tidak memberikan solusi dari masalah kesuburan pasangannya.
“Kami sadar bahwa berbicara tentang kesuburan pasangan suami istri memang sensitif, dan tabu bagi sebagian orang. Namun, masalah ini harus dikonsultasikan secara terbuka dengan ahli yang tepat supaya pasangan suami istri yang kesulitan mendapatkan buah hati tidak membuang-buang waktu mereka,” tuturnya, Sabtu (18/12/2021).
Sementara pakar kesehatan fertilitas, dr. Trimayanti Olfah, Sp.OG mengatakan, infertilitas tidak hanya disebabkan oleh istri, tetapi suami juga berperan penting didalamnya. “Jadi untuk melakukan program kehamilan dibutuhkan kerja sama dari pasangan suami istri,” katanya.
Saat ini klinik kesehatan khusus fertilitas sudah banyak. Termasuk diantaranya Klinik Fertilitas Indonesia yang telah memiliki 100 cabang di seluruh Indonesia dan 30 cabang di kota Jawa Timur. Klinik tersebut melayani program kehamilan sampai dengan tindakan IUI atau inseminasi buatan. Sementara jika pasien tidak berhasil hamil dengan tindakan inseminasi buatan maka pasien akan dirujuk untuk melakukan tindakan bayi tabung atau IVF ke Morula IVF. [dny/kun]






