Gresik (beritajatim.com)- Kabupaten Gresik punya cara tersendiri menurunkan kasus stunting, atau gizi buruk pada pertumbuhan anak. Ada tiga desa yang dijadikan pilot project penanganan stunting. Ketiga desa tersebut diantaranya Manyarejo, Desa Sidomukti, dan Desa Sidorukun, Kecamatan Manyar, Gresik.
Perwakilan desa itu, nantinya diajak urun rembuk bagaimana menangani stunting di lingkup desanya masing-masing. “Kami mengkedepankan preventif dan promotif dalam penanganan stunting di tiga Desa Kecamatan Manyar,” ujar Wabup Aminatun Habibah (Bu Min), Jumat (18/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Wakil Bupati Perempuan pertama di Gresik itu mengatakan, pemerintah daerah saat ini tengah berupaya mengatasi permasalahan stunting yang kasusnya masih ada. “Kami mendukung penanggulangan stunting serta mensupport penuh program yang berlangsung 1,5 tahun. Petugas dari puskesmas dan posyandu juga harus siap,” katanya.
Seperti diketahui bahwa stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.
Di Kabupaten Gresik kasus ini masih berada di angka 23 persen. Terkait dengan ini, pemerintah daerah menargetkan di tahun 2024, angka stunting di Gresik dapat ditekan hingga 14 persen. [dny/kun]






