Surabaya (beritajatim.com) – Kecanduan. Ketika seseroang mengalami hal tersebut, ia akan merasakan sensasi rasa ingin dan butuh pada sesuatu yang telah ia candui. Rasa ingin dan butuh ini akan hadir secara konstan dan membuat seseorang tidak bisa tenang sebelum ha itu terpenuhi.
Padahal, belum tentu hal yang sangat diinginkan tersebut, belum tentu memang menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sensasi rasa ingin dan membutuhkan ini hadir karena seseorang pernah mencobanyak dan kemudian merasa sulit untuk bisa lepas dan tidak lagi melakukan hal tersebut.
Begitu juga pada orang-orang yang sudah kecanduan masturbasi. Meski masturbasi adalah salah satu kebutuhan dasar dalam aktivitas seksual atau biologis, namun jika sudah berlebihan tentu juga tidak baik dampaknya bagi kesehatan maupun dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ada beberapa alasan seseorang kecanduan marturbasi, jadi kemungkinan seseorang jadi ketergantungan dan merasa sangat membutuhkan masturbasi setiap saat ialah sebagai berikut.
Dilarang
Hal ini biasanya dilakukan oleh kebanyakan remaja. Ketika sang anak dilarang, mereka justru akan tertarik untuk melakukannya, lagi dan lagi. Biasanya remaja yang memulainya dari coba-coba tersebut adalah mereka yang hidup dari keluarga dengan batasan-batasan yang tidak begitu jelas antara sang anak dengan orang tuanya.
Hiperseksual
Seseorang dengan kelainan hiperseksual biasanya setiap saat merasa sangat membutuhkan aktivitas seksual. Kebutuhan ini berbeda dari kebutuhan biologis yang terbilang normal atau pada umumnya, karena hypersexsual biasanya akan masturbasi dalam waktu yang lebih sering. Hal ini bisa jadi disebabkan karena masalah psikologis.
Lari dari kenyatan
Seperti kecanduan obat-obatan terlarang atau minuman keras, kecanduan masturbasi juga bisa dijadikan sarana untuk melarikan diri dari kenyataan hidup yang dianggapnya sudah tidak baik-baik saja. Bahkan, bisa jadi karena overthinking atau depresi yang kerap dialaminya.
Dari beberapa alasan orang kecanduan masturbasi tersebut dapat disimpulkan bahwa cara yang efektif untuk mengatasinya ialah dengan mengetahui batasan-batasan antara apa yang boleh dilakukan dan tidak. Selain itu juga dapat mengalihkan dengan menyibukkan diri dengan sesuatu yang lebih positif, seperti ikut organisasi, kepanitiaan, atau kegiatan keagamaan.
Jika sudah berada di fase yang sangat mulai tidak normal dari kebanyakan orang, cara terakhir ialah dengan konsultasi ke psikolog. Karena dari sana, mereka yang kecanduan tidak hanya dapat didengarkan keluh kesahnya. Melainkan juga diberi solusi yang terbaik. [fyi/tur]






