Ponorogo (beritajatim.com) – Mobilitas petugas pemadam kebakaran (damkar) lebih mudah, karena kantor yang baru di tepi jalan raya. Itulah alasan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memindah kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar ke Jalan Trunojoyo Kelurahan Tambakbayan.
Dengan tempat yang dekat jalan raya, yang saat ini kantornya masih dipakai oleh Bawaslu Ponorogo, mobil damkar lebih mudah untuk bermanuver. Tidak lagi terhambat oleh kerumunan orang-orang yang berada di alun-alun Ponorogo, jika masih bermarkas di barat rumah dinas bupati Pringgitan.
“Kalau kantor sekarang, kalau ada kebakaran lewati alun-alun yang ramai. Itu sedikit menghambat, sedangkan kejadian kebakaran butuh segera ditangani,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Senin (30/10/2023).
Bupati Sugiri menilai bahwa markas Satpol PP dan Damkar tidak harus melekat di ring satu atau rumah dinas bupati. Dirinya menyebut bahwa pengamanan bupati, tidak lebih penting dari kejadian kebakaran dan reaksi cepat petugas. Terkait dengan pengamanan rumah dinas dan komplek kantor bupati, Kang Giri menawarkan solusi untuk melakukan piket penjagaan oleh petugas Satpol PP tersebut. “Lebih utamakan rakyat dan keadaan darurat saja. Sehingga saya tidak masalah kalau kantor Satpol PP dan Damkar dipindah,” katanya.
Perpindahan kantor Satpol PP dan Damkar ini menguat, setelah Bawaslu Ponorogo mengungkapkan niatnya untuk pindah kantor. Dinilai berpotensi banjir, Bawaslu Ponorogo ingin hengkang dari kantornya saat ini di Jalan Trunojoyo, depan Gedung IKM. Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Bawaslu rencananya akan menempati kantor di Jalan Halim Perdanakusuma Kelurahan Tonatan yang saat ini jadi kantor Dinas Perhubungan (Dishub). Nah, Dishub inilah yang kemudian akan menempati kantor Satpol PP dan Damkar, usai korps penegak perda itu pindah ke kantor barunya di Jalan Trunojoyo. (end/kun)
BACA JUGA: Masuki Tahap Akhir, Bupati Ponorogo Kantongi 3 Nama Terbaik Seleksi JPTP






