Pamekasan (beritajatim.com) – Elemen suporter Madura Bersatu melayangkan 4 (empat) poin tuntutan bagi managemen Madura United FC, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi tim yang tidak kunjung membaik.
Hal tersebut tidak lepas dari hasil minor yang didapat Laskar Sape Kerrab, dalam mengarungi pertandingan pada Seri 1 dan 2 BRI Liga 1 Musim 2021. Khususnya pasca menelan dua kekalahan beruntun dari Arema FC dan Persita Tangerang.

Bahkan kondisi tersebut membuat tim yang bermarkas di Pulau Garam, harus tercecer di posisi 13 klasemen senentara dengan raihan 11 poin dari 33 poin maksimal. Poin tersebut berkat hasil 5 kali imbang, serta 4 kali menelan kekalahan di kasta tertinggi sepakbola tanah air.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-united”]
Kondisi tersebut membuat kalangan suporter Madura Bersatu mulai gerah dan menuntut manajemen untuk segera bersikap. “Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan suporter terhadap kondisi tim yang tidak kunjung membaik dan membuat suporter gerah,” kata salah satu perwakilan suporter Madura Bersatu, Mimit.
Dari itu, pihaknya meminta jajaran manajemen untuk segera berbenah dan mulai mengevaluasi tim yang terancam degradasi. “Kondisi seperti ini tentunya tidak baik bagi tim, apalagi saat ini Madura United sudah berada di posisi 13 klasemen dari 18 tim kontestan,” ungkapnya.
“Dari itu, kami meminta pelatih (Rahmad Darmawan) dan asisten pelatih (Rasiman) agar segera mundur dari jajaran tim pelatih,” tegas salah satu pentolan elemen suporter K-Conk Mania. [pin/ted]
Berikut Tuntunan Suporter Madura Bersatu untuk Manajemen Madura United FC:
1. Pelatih dan Asisten Pelatih Madura United FC (Rasiman), harus mundur dari jajaran Tim Pelatih;
2. Pemain yang tidak sepenuh hati bermain di Madura United, harus OUT dari Madura United;
3. Manajemen harus lebih kooperatif dengan suporter;
4. Sisa-sisa dari Haruna Sumitro, harus keluar dari jajaran manajemen Madura United.






