Sidoarjo (beritajatim.com) – Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia bersama Taruna Merah Putih dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyuluhan tentang investasi bodong.
Penyuluhan bertemakan ‘Waspada Tawaran Investasi Bodong’ ini digelar dengan cara door to door atau mendatangi warga dari rumah ke rumah.
Ade, mewakili Tim Rumah Aspirasi Indah Kurnia mengatakan, masa pandemi menimbulkan tantangan ekonomi bagi masyarakat. Banyak pinjaman online dan investasi ilegal bertebaran di media sosial.
Namun tawaran menggiurkan ini bisa menjadi jeratan apabila masyarakat tak teredukasi. Oleh karena itu OJK dan Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia sebagai regulator dan pemangku kebijakan sengaja melakukan edukasi agar warga di perkampungan tidak terjerumus dalam iming-iming pinjaman online maupun investasi bodong.
[berita-terkait number=”4″ tag=”investasi”]
“Kami berharap kedatangan kami bisa memberikan edukasi dan mencegah. Bila ada masyarakat menemukan kasus jerat pinjaman online dan investasi bodong bisa melaporkan ke OJK melalui nomor WhatsApp 081157157157,” katanya usai sosilisasi di Yayasan Yayuk Edi Peduli di Tambakrejo Waru, Sabtu (11/6/2022).
Terpisah, melalui ponsel, Indah Kurnia menjelaskan, bahwa penanganan pandemi dan ekonomi adalah dua sisi dari satu mata koin yang tidak terpisahkan.
Salah satu upaya untuk bisa mempertahankan kondisi keuangan keluarga adalah dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan produktif seperti usaha maupun opsi lain yang lebih menantang dan menjanjikan keuntungan seperti investasi dengan tujuan agar uang tidak berhenti di tabungan.
“Karena kalau cuma uang ditaruh di rumah apalagi di bawah bantal tentu kenyamanan dan keamanan kita akan terusik karena ketakutan dan kekhawatiran. Kalau uang itu misalnya diambil, dicuri atau hilang dan lain sebagainya dan bahkan nilainya semakin turun karena tidak diproduktivitaskan,” terangnya.
Oleh sebab itu, sambung politisi Senayan asal PDI Perjuangan ini, dirinya mengapresiasi edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh OJK terhadap masyarakat secara rutin, periodik, dan konsisten.
“OJK melakukan bersama dengan kami Anggota Komisi XI DPR RI di seluruh daerah pemilihan kami masing-masing,” sebut Indah.
Sosialisasi dan edukasi dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Karena jika tingkat literasi keuangan tinggi, maka juga akan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian tidak akan banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online. [isa/but]







