Mojokerto (Beritajatim.com) – Satu-satunya mall di Kota Mojokerto yakni Sunrise Mall tutup menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (3/7/2021). Ratusan tenant tutup dan 50 persen karyawan Sunrise Mall Mojokerto terpaksa dirumahkan.
Chief Marketing Sunrise Mall Mojokerto, Andyanto Vino mengatakan, total ada 140 tenant di Sunrise Mall Mojokerto. “Yang tutup ada sekitar 125-an, yang buka sekitar 15-an. Yang buka itu tenant-tenant makanan, namun mereka hanya melayani online. Farmasi ada 2 dan ATM center serta telekomunikasi ada 1, lainnya tutup,” ungkapnya.
Masih kata Vino, penutupan tersebut dilakukan selama PPKM Darurat diberlakukan yakni mulai tanggal 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021. Menurutnya, internal manajemen Sunrise Mall Mojokerto jauh hari sudah berkomunikasi dengan para tenant yang ada.
“Apalagi tenant yang punya jaringan nasional, kita sudah sampaikan agar dipersiapkan penerapan PPKM Darurat ini akan menggangu. Kami sudah antisipasi di internal kami, kami sudah mempersiapkan beberapa hal karena ini cukup panjang, 2 minggu. Di beberapa divisi akan kami kurangi, kami rumahkan sementara,” katanya.
Vino menjelaskan, seperti security, cleaning servis dan divisi lain termasuk staf Sunrise Mall Mojokerto. Ini dilakukan lantaran wewenang kerjanya tidak ada. Vino mencontohkan, saat traffic ramai saat lantai kotor maka butuh cleaning servis. Karyawan yang akan dirumahkan hampir 50 persen.
“Hampir 50 persen akan dirumahkan sementara. Mau tidak mau agar bisa jalan karena bisa dipastikan tenant-tenant ini tidak akan kuat bayar. Sementara untuk evant, ada sekitar 7 event yang di-cancel dengan adanya PPKM Darurat. Otomatis semua terdampak,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-mojokerto”]
Akibat penerapan PPKM Darurat, lanjut Vino, kerugian yang dialami Sunrise Mall Mojokerto mencapai milaran rupiah. Sementara di level tenant ratusan juta karena PPKM Darurat berlaku selama dua minggu. Pihak yang berharap PPKM Darurat hanya berlaku selama dua minggu, tidak dilakukan perpanjangan.
“Kalau kejadian seperti tahun lalu, ada lusinan tenant kami yang tutup. Kami sendiri kedodoran membuat agar berjalan normal dan tidak terlalu banyak karyawan yang kami rumahkan. Ini juga yang buka hanya mulai jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Kalau dulu, hanya disiasati jam bukanya tapi sekarang tutup,” tegasnya. [tin/but]







