Jember (beritajatim.com) – Perempuan hamil paling rentan terjangkit penyakit Covid-19, karena daya tahan tubuhnya sedang turun. Jika sudah terkonfirmasi positif, maka harus segera ditangani.
“Ibu hamil yang positif Covid jika tanpa gejala, maka tetap isolasi mandiri. Kalau bergejala, baru perlu dirawat di rumah sakit,” kata Alfi Yudisianto, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Alfi mengingatkan, ibu hamil yang tak terkonfirmasi Covid saja jika mengalami demam dan batuk, sebaiknya dirawat di rumah sakit. “Apalagi dengan Covid. Ibu hamil berisiko,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Alfi menyarankan agar ibu hamil yang terjangkit Covid-19 dipantau lebih intensif. “Sebaiknya lebih intensif berkonsultasi (dengan dokter) dan mendapatkan penanganan,” katanya.
Sementara untuk pihak keluarga, menurut Alfi, harus ektsra keras memastikan keamanan dan kesehatan ibu hamil itu. “Step penanganannya harus optimal. Semua disiapkan. Memang (isoman) cuma 14 hari. Kalau OTG (Orang Tanpa Gejala). Kalau tidak ya langsung ke rumah sakit,” kata Alfi.
Peningkatan bahaya Covid pada ibu hamil bukan karena usia kandungan. “Tapi karena apakah si ibu ini tahan terhadap Covid atau tidak. Misalkan tubuhnya gemuk. Obesitas ini kan masuk komorbid. Atau si ibu punya kencing manis. Jadi bukan usia kehamilan,” kata Alfi. [wir/kun]






