Gresik (beritajatim.com) – IDI Gresik menanam ratusan pohon buah untuk menanggulangi stunting. Para dokter itu melakukan penanaman pohon buah di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo. Wilayah tersebut dipilih karena memang menjadi salah satu locus stunting di Kabupaten Gresik.
Pohon-pohon yang ditanam itu diantaranya, Mangga Qiu Jau, Sawo Jumbo, Musang King, Kelengkeng, Jam u Dalhari, Belimbing Madu, Alpulat Mentega, dan Mangga Gadung.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik Umar Nur Rahman menuturkan, ada 100 pohon buah yang ditanam. Namun, target dari penanaman pohon buah ini dilakukan di empat titik dengan total 500 pohon. Diantaranya, Wedoroanom, Benjeng, Duduksampeyan, dan Pulau Bawean.
Dokter spesialis penyakit dalam ini menambahkan, penanganan kasus stunting memang begitu kompleks. Mulai dari hulu hingga hilir, bahkan perlu adanya kerjasama lintas sektor untuk menekan angka stunting ini. “Adanya penanaman pohon buah ini salah satu langkah penanggulangan stunting. Sebab buah memiliki nutrisi yang banyak, dimana dibutuhkan untuk tubuh terutama bagi ibu hamil,” imbuhnya.
Memang pohon buah ini baru bisa dinikmati minimal 2 tahun mendatang. Namun, nantinya masyarakat bisa mengkonsumsi buah-buahan ini secara gratis. Pihaknya menyerahkan pengelolaan kepada Pemerintah Desa. “Dengan terpenuhinya nutrisi dari buah ini, kasus stunting di Gresik diharapkan bisa menurun secara signifikan,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik Mukhibatul Khusna menyatakan dalam beberapa tahun terakhir kasus stunting di Gresik mengalami penurunan. Meski demikian jumlahnya masih banyak. Untuk itu, perlu adanya kerjasama lintas sektor untuk bersama-sama menanggulangi kasus stunting.
BACA JUGA:
RS Tak Cukup, IDI Gresik Minta Stadion Jadi Tempat Rehabilitasi Pasien Covid-19
“Saat ini jumlah kasus stunting di Gresik sebanyak 3.389 balita. Dengan penyumbang terbanyak dari Kecamatan Kebomas sebesar 305 kemudian disusul Driyorejo sebanyak 268 kasus. Bulan Mei ini terdapat 215 kasus baru di Gresik. Karena itu perlu adanya sinergi untuk bersama-sama menanggulangi stunting,” pungkasnya. [dny/kun]






