Gresik (beritajatim.com) – Seorang purnawirawan TNI AD di Gresik, Sumardi (58) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Warga asal Perum Grand Harmoni, Blok D II/9 Kecamatan Kebomas, Gresik itu, pensiun dengan pangkat terakhir Serma TNI.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat saksi Anton Hadi Saputro berangkat jalan kaki dari tempat kosnya di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas. Dia hendak menuju ke Rumah Makan Cianjur di Jalan Veteran Gresik selanjutnya melaksanakan jaga pagi.
Kira-kira pukul 05.00 wib, saksi tiba di Rumah Makan Cianjur hendak menghubungi Sumardi (korban). Sewaktu dihubungi melalui telepon selulernya lima kali untuk membuka pintu Rumah Makan Cianjur karena terkunci. Korban tidak menggubris. Kemudian saksi menghubungi rekannya Zaenal menanyakan keberadaan korban.
Tidak diketahui keberadaannya, saksi mencari korban di dekat Rumah Makan Cianjur. Namun, tetap tidak ditemukan. Saksi lalu bekerja sambil membersihkan halaman depan.
Pada pukul 06.30 wib, saksi menghubungi keluarga korban dan petugas Puskesmas Gending karena menemukan korban sudah meninggal dunia dengan leher masih ada selang air terlilit di lehernya.
Mengetahui korban meninggal dunia akibat gantung diri, saksi melaporkan kejadian ini ke Polsek Kebomas. Kemudian petugas melakukan olah TKP tidak ditemukan kekerasan. Sebaliknya di celana dalam korban ditemukan air mani.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bunuh-diri”]
“Berdasarkan keterangan dari saksi. Terakhir bertemu korban kemarin malam (27/9) saat pergantian shift malam. Korban pernah bercerita kepada saksi bahwa punya riwayat penyakit diabetes dan punya masalah dengan keluarga,” ujar Kapolsek Kebomas Kompol I Made Jatinegara, Rabu (28/09/2022).
Ia menambahkan, setelah kejadian ini petugas mengevakuasi jenazah ke kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dibuatkan Visum et Revertum.
“Pihak keluarga korban sudah menerima kejadian ini mengingat sudah lama menderita diabetes dan belum sembuh,” imbuhnya. [dny/but]






