Magetan (beritajatim.com) – Ibunda mantan Bupati Magetan Suprawoto, Sulastri, meninggal dunia pada usia 88 tahun. Jenazah almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan/Kecamatan Maospati pada Minggu (20/10/2024) pukul 09.00 WIB.
Dalam suasana duka, Suprawoto bersama keluarga dan kerabat mengiringi jenazah Sulastri menuju peristirahatan terakhir. Mengenakan pakaian hitam, Bupati Magetan periode 2018-2023 tersebut terlihat sesekali mengusap air matanya. Pelayat yang hadir berasal dari warga sekitar dan pejabat di lingkup Pemkab Magetan.
Jenazah Sulastri dimakamkan di TPU yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya di Jalan Glatik. Makam almarhumah berada di sebelah pusara suaminya, Janiman, yang juga merupakan ayah Suprawoto.
Setelah prosesi pemakaman, Suprawoto mengenang momen-momen terakhir sang ibunda. “Ibu wafat dini hari pada Minggu (20/10/2024) di RSUD Dr Soedono Madiun karena kondisi kesehatannya yang semakin melemah,” ujarnya.
Sulastri lahir pada 15 November 1935 dan meninggalkan enam anak, dengan Suprawoto sebagai anak sulung. Meski hanya berpendidikan Sekolah Ongko Loro atau Sekolah Rakyat, Sulastri memiliki peran besar dalam membesarkan anak-anaknya.
“Saya menjadi seperti ini tidak lepas dari peran ibu. Setiap malam, beliau selalu menemani kami belajar hingga bisa membaca. Dedikasi dan pengorbanannya sangat besar,” ungkap Suprawoto, yang menjabat Bupati Magetan pada periode 2018-2023.
Selama hidupnya, Sulastri selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anaknya. “Pesan ibu kepada kami adalah untuk selalu berbuat baik, kapanpun dan di manapun. Wejangan itu akan selalu saya ingat,” tambahnya.
Kepergian Sulastri meninggalkan kenangan mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya, terutama karena dedikasi dan perjuangannya dalam membesarkan anak-anaknya. [fiq/suf]






