Gresik (beritajatim.com) – Naas dialami Mabrurah (34), seorang ibu rumah tangga asal Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik. Pada Rabu (8/10/2025), ia terperosok ke dalam gorong-gorong besar.
Saat itu, korban baru saja turun dari sepeda motor di kawasan Jalan Kalimantan, Gresik Kota Baru (GKB) dan hendak membeli kue. Kejadian tersebut mengejutkan banyak warga sekitar, termasuk suaminya, Jakariya, yang langsung berusaha memberikan pertolongan.
Menurut Jakariya, kejadian bermula saat mereka berhenti di pinggir jalan untuk membeli kue. Ketika Mabrurah turun dari sepeda motor, ia tak menyangka bahwa ada lubang gorong-gorong besar yang menganga di tempat tersebut.
“Saya kaget melihat kaki sebelah kanan istri sudah terperosok hingga lutut. Kemudian sempat meminta tolong warga sekitar, tapi tidak bisa berbuat banyak. Tanpa berpikir panjang saya menghubungi petugas Damkarla Gresik melalui call center 112,” ungkap Jakariya.
Setelah menerima laporan, delapan petugas Damkarla Gresik segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena gorong-gorong yang menjerat kaki Mabrurah cukup dalam.
Petugas Damkarla memutuskan untuk membuka tutup gorong-gorong dengan menggunakan linggis. Dengan hati-hati, mereka merusak salah satu tutup gorong-gorong dan perlahan-lahan membebaskan kaki korban yang terperosok.
“Meskipun evakuasi memakan waktu cukup lama, kami terus berusaha dengan hati-hati. Setelah kaki korban berhasil dievakuasi, kami segera membawanya ke rumah sakit karena mengalami lecet-lecet,” jelas M. Nurrul Haqqi, salah satu petugas Damkarla Gresik yang terlibat dalam proses evakuasi.
Setelah evakuasi selesai, petugas kembali ke pos untuk menunggu laporan lainnya dari masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sementara itu, Mabrurah mendapatkan perawatan medis atas luka-lukanya akibat insiden tersebut. [dny/suf]






