Ngawi (beritajatim.com) – Ibu muda berinisial HW (23) dan Pak RT yang membacoknya, bernisial WA (58) belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Kedua warga Desa Karanggeneng Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi itu masih perlu pemulihan pasca tindakan operasi.
Teranyar, HW sudah mulai pulih dan bisa rawat jalan. Kini, dia sudah pulang dari RSUD dr Soedono Madiun. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Soedono Madiun dr. Heru Susilo, SpAn menjelaskan, pasien tersebut sudah pulang pada Selasa (23/5/2023), dengan kondisi baik dan stabil.
“Namun yang bersangkutan masih dianjurkan kontrol, untuk perawatan luka pasca operasi sebelumnya, yakni mengangkat serpihan logam yang tertancap di bagian kepala belakang. Temuan ini berdasarkan hasil dari pemindaian Rontgen.,” ujarnya, Kamis (24/5/2023).
Sumber beritajatim.com, mengungkapkan jika rencananya pihak kepolisian bakal meminta keterangan pada HW pada Jumat (26/05/2023). Pun, hingga kini WA masih belum bisa memberikan keterangan pada polisi meski kondisinya berangsur membaik.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/diduga-usai-bacok-ibu-muda-pak-rt-di-ngawi-hendak-akhiri-hidup/
Diketahui, Kapolsek Pitu AKP Karno mengungkapkan dugaan penyebab penganiayaan yang dilakukan Pak RT berinisial WA (58) pada ibu muda berinisial HW (23) di Ngawi, Jawa Timur, Rabu (17/5/2023).
Ada dugaan jika WA sempat menjalin hubungan asmara dengan HW. Hubungan itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Suami HW tengah merantau di Jakarta. Sementara WA masih tinggal bersama istrinya.
Dia menduga jika HW yang ingin mengakhiri hubungan tersebut, justru dianiayai oleh WA. Namun sayangnya, keduanya belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena kondisinya masih belum memungkinkan. “Dugaan kami begitu ya. Namun, tentu kebenarannya akan terungkap setelah proses penyelidikan. Kami belum bisa pastikan sebabnya karena apa ya. Karena perlu menanyai, baik korban dan terduga pelaku,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, WA (58) warga Desa Karanggeneng Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi diduga membacok seorang ibu muda berinisial HW (23) yang masih tetangganya sendiri pada Rabu (17/05/2023) pukul 10.00 WIB.
Tak hanya itu, WA pun ditemukan bersimbah darah di rumahnya. Lengan kirinya nyaris putus bahkan kepalanya terdapat luka bacok. Dia pun sampai harus menjalani perawatan di RSUD dr Soeroto.
S, kakak perempuan HW, mengatakan jika dia tahu adiknya dibacok saat anak HW mendatangi rumahnya. Bocah empat tahun itu mengatakan padanya jika ada orang jahat. Gadis itu terlihat takut dan membuat S langsung mendatangi HW.
Saat dihampiri di rumah, dia melihat HW sudah bersimbah darah. Dia pun melihat jika ada luka di kepala HW. Kemudian, dia pun meminta tolong warga untuk memberikan pertolongan pada HW sehingga dibawa ke Puskesmas Pitu untuk mendapatkan perawatan medis.
“Saya tahunya kan dia ini pas sudah tergeletak. Anaknya datang ke rumah, katanya ada orang jahat. Saya terus datang ke rumahnya. Dia sudah tergeletak di halaman rumah,” kata S saat berada di Puskesmas Pitu.
Dia pun bertanya pada HW yang saat itu masih sadar. HW mengatakan jika yang melukainya adalah WA. Selebihnya, S tak tahu jika WA juga mengalami luka. Yang jelas, dia memang mendengar teriakan tetangganya saat melihat WA yang juga terluka. “Tapi saya tidak tahu kenapa ya. Lukanya di mana saya gak tahu. Yang jelas saya hanya menolong adik saya ini dulu,” kata S.
Sementara itu, Kapolsek Pitu AKP Karno mengatakan, hasil pemeriksaan awal dugaan pelaku mengarah ke WA. Namun, untuk pelaku yang melukai WA masih belum diketahui. Polisi menduga jika WA melukai dirinya sendiri.
“Dari hasil keterangan sejumlah tetangga dan kerabat, diduga pelaku adalah WA. Kemudian, kami menduga WA ini hendak mengakhiri hidupnya. Ada luka di bagian lengan kiri. Tangannya nyaris putus. Kemudian, ada juga luka bacok di kepala,” katanya.
Karno menjelaskan jika saat ini pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa celurit, ponsel WA dan HW, serta bantal dengan ceceran darah. Pun, pihaknya bersama Satreskrim Polres Ngawi masih menyelidiki terkait kejadian dugaan penganiayaan tersebut. (fiq/kun)






