Surabaya (beritajatim.com) – Zlatan Ibrahimovic merupakan salah satu striker terbaik sepanjang sejarah sepakbola. Ibra telah malang-melintang di klub-klub top Eropa seperti Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, PSG, Manchester United, hingga permain melawat ke LA Galaxy.
Musim ini pun ketika usianya sudah masuk 40 tahun, Ibra masih bermain untuk AC Milan. Sejak debut di AC Milan bulan Januari 2020, Ibra telah menghasilkan 34 gol dan 11 assist dari 59 penampilannya pada periode kedua bersama Milan. Di samping penampilan apiknya, ia sering membuat berbagai pernyataan yang terkesan nyeleneh dan sombong.
Seperti saat wawancara dengan BT Sport di tahun 2017 lalu, Ibra mengklaim dirinya seekor singa. Baru-baru ini sang singa kembali membuat pernyataan yang menghebohkan publik sepakbola. Eks kapten Tim Nasional Swedia itu mengisahkan mentalitas kecil yang dimiliki klub top seperti Man United yang pernah diperkuatnya pada tahun 2016 hingga 2018
Dalam otobiografinya berjudul Adrenaline, Zlatan mencurahkan hal dianggapnya sebagai salah satu klub besar di dunia. Striker top yang belum pernah meraih trofi Liga Champions itu berkisah pengalaman tentang tagihan jus buah di fasilitas latihan MU di Carrington.
Saat itu Ibra tengah meminum sebuah jus buah sebelum pertandingan. Namun, yang membuatnya terkejut ada biaya tagihan beberapa waktu berselang. Ibra yang bingung lalu menghubungi pihak manajemen dan mendapati bahwa tagihan tersebut benar.
Ibra lantas berkata merasa keberatan lantaran insiden itu terjadi di tempatnya bekerja. Bahkan dalam periode singkat bersama Man United, Zlatan mengaku heran bahwa setiap kali ia masuk tempat latihan. Ibra mesti menunjukkan identitasnya pada petugas. Kesal dengan perlakuan itu, Zlatan lantas melakukan protes pada petugas.
“Satu hal yang mengejutkan saya adalah fakta bahwa semua orang berpikir Man United adalah klun top, salah satu yang terkaya di dunia dan memiliki daya tarik terbesar di dunia. Memang, terlihat demikian dari luar bagi saya. Namun ketika berada di sana, saya melihat mentalitas kecil dan tertutup,” ungkap Ibra dalam otobiografinya.
Sebenarnya polemik Ibra dan Setan Merah tak terlepas dari satu hal saja. Saat direkrut pada musim panas 2016, Ibra mengumumkan sendiri kepindahannya ke Old Trafford melalui media sosial, suatu hal yang membuat manajemen MU dan sang agen, Mino Raiola kesal.
Hal itu lantas diakui Ibra dalam otobiografinya yang berjudul Adrenaline yang dirilis baru-baru ini. Akibat dari ulahnya itu, laporan Sport Bible menuliskan jika CEO Man United, Ed Woodward harus hilang kesepakatan 5 juta pounds terkait pengumuman kepindahan sang bintang.
Meski begitu, Zlatan mengaku bahwa tindakan tersebut murni kesalahannya karena kehilangan kesabaran. Saat itu dia hanya ingin negosiasi dapat selesai dengan segera. la juga meminta maaf atas perilakunya kala itu. [dan/tur]






