Trenggalek (beritajatim.com) – Selama musim kemarau tahun ini, lahan hutan seluas 3 hektare di wilayah Trenggalek, Jawa Timur hangus terbakar. Hal ini sesuai dengan informasi yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek.
Data dari BPBD Kabupaten Trenggalek menunjukkan bahwa sudah terjadi dua insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sebulan terakhir. Kedua kejadian tersebut terjadi di hutan Gunung Kendil dan hutan Bukit Lungur di Kabupaten Trenggalek.
Kebakaran di kawasan Gunung Kendil melanda lahan seluas 1 hektare, sementara Bukit Lungur mengalami kebakaran yang lebih dahsyat dengan menghanguskan sekitar 2 hektare lahan hutan.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Bromo Terkendali, Warga Berjibaku Memadamkan Api
Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa petugas gabungan telah berusaha keras untuk memadamkan kebakaran ini.
Mereka melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air dan menggunakan peralatan yang tersedia. Beruntungnya, upaya ini berhasil meredakan api sehingga tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
“Kami selalu berupaya mencegah karhutla dengan bekerja sama dengan pihak Perhutani, yang memiliki kepemilikan lahan dan hutan sebanyak 40 persen di wilayah ini,” terangnya.
Pihaknya sejauh ini juga telah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembrono saat berada di hutan, Utamanya tidak melakukan pembakaran maupun membuang putung rokok sembarangan.
“Selain itu, kami juga telah memasang papan himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya karhutla, mengingat hampir setengah wilayah Trenggalek adalah kawasan hutan,” ungkap Stefanus.
Baca Juga: Kurangi Polusi, Pemkot Surabaya Bakal Atur Durasi Lampu Merah, Seperti Apa?
Selain itu, para perambah hutan diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran serasah atau semak-semak yang dapat memicu kebakaran yang merusak.
“Kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutla ini menjadi langkah penting dalam melindungi kelestarian hutan Trenggalek dan mencegah kerugian yang lebih besar akibat kebakaran hutan yang bisa terjadi di masa depan,” tutupnya. (ian)






