Bondowoso (beritajatim.com) – Hutan Arak-arak di Desa Sumbercanting, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso terbakar lagi pada Kamis (3/10/2024) malam.
Dugaan sementara, penyebab kebakaran itu adalah puntung rokok pengendara yang dibuang sembarangan di kawasan setempat.
Kalaksa BPBD Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo mengatakan, wilayah yang terbakar berada di Petak 72A-1 RPH Mlandingan, BKPH Panarukan, KPH Bondowoso.
“Luas Area Terbakar kurang lebih 1 Hektare. Perkiraan terbakar pukul 20.30 WIB,” ungkapnya, Jumat (4/10/2024).
BPBD Bondowoso bersama sejumlah pihak, termasuk Perhutani setempat memadamkan api di tempat kejadian perkara.
“Dengan menggunakan peralatan seadanya, api bisa dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB,” kata Sigit
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir mengaku menjadi saksi peristiwa tersebut.
“Saat kebakaran, saya dalam perjalanan pulang ke Probolinggo. Saya langsung menghubungi petugas untuk menindaklanjuti,” papar Munir dikonfirmasi terpisah beritajatim.com, Jumat (4/10/2024).
Berdasarkan data terhimpun, hutan arak-arak memang kerap terbakar. Sejak Mei 2024 hingga awal Oktober ini, telah terjadi 4 kali kebakaran di wilayah setempat.
“Penyebabnya entah karena kesengajaan atau tidak, tapi bisa jadi memang ada puntung rokok yang dibuang dan itu membakar daun jati kering di sana,” bebernya.
Terbakarnya daun jati yang berguguran itu dengan cepat merambat. Angin kencang membawa api menjalar ke berbagai sisi.
“Kebakaran di hutan arak-arak sering terjadi di atas jam 5 sore hingga malam hari,” sebutnya.
Oleh sebab itu, Perhutani KPH Bondowoso akan menginstruksikan petugas di wilayah setempat untuk rutin patroli.
“Patroli setidaknya Maghrib sampai dini hari. Untuk mencegah dan mengantisipasi kebakaran di hutan arak-arak lagi,” tegasnya. [awi/beq]






