Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyampaikan apresiasinya atas eksistensi media online Beritajatim.com yang memasuki usia ke-19 pada 1 April 2025. Dia menyebut Beritajatim sebagai salah satu pionir media digital di Jawa Timur yang konsisten menyajikan informasi kritis, konstruktif, dan edukatif di tengah gempuran era disrupsi informasi.
Menurut Fathoni, perjalanan panjang Beritajatim bukan hanya soal usia, namun juga kualitas. Media ini telah menjadi saksi perkembangan dinamika sosial-politik di Jawa Timur, khususnya Surabaya, melalui tulisan yang berbobot dan perspektif jurnalis berpengalaman.
“Beritajatim adalah salah satu pionir media online di Jawa Timur yang sudah melewati berbagai tantangan zaman dan juga menjadi saksi sejarah perkembangan Jawa Timur dan Surabaya dengan tulisan-tulisan yang menarik, kritis, dan konstruktif karena digawangi oleh jurnalis yang sudah berpengalaman di belakangnya,” ujar Fathoni.
Ketua DPD Golkar Surabaya ini menilai, di tengah literasi digital masyarakat yang belum merata, Beritajatim memiliki peran penting sebagai filter informasi. Lebih dari sekadar menyampaikan berita, media ini diharapkan mampu menjadi agen pendidikan bagi publik.
“Saya berharap Beritajatim menjadi aktor utama dalam melawan disrupsi informasi yang berkembang di tengah literasi digital masyarakat yang masih belum berjalan dengan baik,” ucap mantan jurnalis ini.
Baginya, media massa harus memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya mengabarkan, tetapi juga mencerdaskan masyarakat melalui narasi yang membangun.
“Sehingga Beritajatim tidak sekadar mengabarkan sebuah peristiwa, tapi lebih dari itu, berita yang ditulis bisa menjadi pionir pendidikan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Fathoni juga menyebut pentingnya peran pers dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Dia menyebutkan hubungan antara dunia politik dan jurnalisme ibarat dua sisi mata uang—memiliki nilai yang sama, tetapi menjalankan fungsi yang berbeda.
“Sebagai pilar keempat demokrasi, hubungan antara politik pemerintahan dengan pekerja jurnalistik bagaikan sekeping mata uang, nilainya sama namun perannya harus berbeda,” jelasnya.
Dalam konteks pemerintahan daerah, Fathoni berharap Beritajatim terus menjalankan fungsi kontrol terhadap kinerja legislatif maupun eksekutif. Menurutnya, pengawasan publik adalah kunci agar pemimpin tidak melenceng dari tugas utama mereka: melayani rakyat.
“Saya berharap Beritajatim terus menjadi pengawas jalannya pemerintahan di Surabaya, baik pengawasan terhadap kinerja Pemkot Surabaya, juga bisa menjadi pengawas kinerja DPRD Surabaya agar dapat terus istiqomah melayani masyarakat Surabaya,” tegasnya.
Dia menambahkan, pemerintahan tanpa pengawasan akan rawan menyimpang dari amanat rakyat. Peran media yang mengingatkan dengan santun dan berbasis fakta sangat dibutuhkan dalam menjaga arah pembangunan.
“Karena hakikat manusia adalah saling mengingatkan, pemerintahan tanpa pengawasan berpotensi menyimpang dari jalur untuk mensejahterakan rakyat,” tambah Fathoni.
Fathoni menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Beritajatim dan berharap media ini tidak hanya bertahan, tapi juga melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan melalui pemberitaan yang visioner.
“Dirgahayu Beritajatim, semoga Beritajatim terus bisa eksis tidak sekadar mengabarkan peristiwa, namun mencetak calon-calon pemimpin baik level regional maupun lokal melalui agenda setting pemberitaan yang mendidik,” pungkas Fathoni. [asg/beq]






