Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian besar dari masyarakat saat ini mungkin sudah tidak begitu asing dengan istilah hustle culture. Istilah ini menjadi sangat populer dikalangan generasi saat karena adanya perubahan alur industri yang bergerak begitu cepat, sehingga semua orang berlomba-lomba demi selalu bisa menjadi sosok yang dapat diandalkan dan dipandang produktif setiap saat.
Meskipun bekerja memang sudah jadi rutinitas yang dilakukan sehari-hari guna memenuhi kesejahteraan hidup. Namun, tidak sedikit pekerja yang lebih memilih berkorban waktu juga kesehatan demi pekerjaan yang dimiliki.
Fenomena ini tentunya tidak baik bagi keseimbangan hidup alias life balance. Sebabnya, tidak ada keseimbangan dalam aspek kehidupan, seperti aspek kesehatan, pekerjaan, juga kesejahteraan emosional.
Meski kerja keras memang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, bukan berarti hidup semata-mata untuk bekerja. Hustle culture umumnya terjadi pada generasi pekerja muda atau generasi milenial juga gen Z. Adapun istilah hustle culture sendiri merupakan budaya bekerja terlalu keras, dimana tingkat produktivitas yang berlebihan membuat dampak negatif.
Seperti halnya mengganggu kehidupan sosial bahkan hingga mempengaruhi kesehatan fisik juga mental. Gaya hidup hustle culture akhirnya sangat bisa merusak keseimbangan kehidupan dan pekerjaan seseorang serta berdampak buruk terhadap kesehatan mental dan emosional.
Sementara itu, faktor yang jadi penyebab seseorang semakin terpacu untuk menerapkan hustle culture. Misalnya, kutipan atau cerita dari para orang sukses yang membuat orang kian ingin bekerja keras demi mendapatkan hasil maksimal. Berikut ini, penyebab Hustle Culture yang dialami seseorang.
Kemajuan teknologi, konstruksi sosial, dan toxic positivity. Ketiganya itu, bisa dihalau dengan gaya hidup lebih baik. Misalnya dengan menerapkan konsep bekerja untuk hidup. Lalu, tak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Beri waktu untuk bersantai. Sukses bukan cuma dari bekerja.
Perlu diingat juga bahwa Kesehatan adalah nomor satu. Selain itu, beberapa dampak buruk hustle culture yang berisiko terjadi seperti burnout (stres berat), kelelahan, hingga yang lebih berbahaya lagi dapat menyebabkan kematian. Jadi jangan sampai Anda mengalaminya. [dan/tur]






