Hukum & Kriminal

Wanita Tua Dipacari, Dapat Uang setelah Berhubungan Badan

Kediri (beritajatim.com) – Kasus pembunuhan terhadap Sukinem, nenek 83 tahun yang tinggal di rumah kos kawasan Pasar Setono Betek, Kota Kediri mengungkap tabir asmara yang tak lazim. Selain hubungan beda usia antara korban dengan pelaku, ternyata ada fakta lain yang mencengangkan.

Kedua pelaku yaitu, Dedi Asmawan (25) dan Ahmad Setiawan (25) warga Desa Kauman, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri ini, sama-sama kekasih korban. Mereka memacari korban bergantian. Sebelum menjalin cinta dengan Dedi, nenek pencari barang rongsokan itu terlebih dahulu ‘berpacaran’ dengan Ahmad.

Malam saat tragedi itu terjadi, Dedi mengaku kebablasan. Ia sebenarnya tidak ingin membunuh kekasihnya. Melainkan hanya sekadar berhasrat untuj mengambil perhiasan serta uang korban yang disimpan di lipatan kain selendang di bagian perut korban. Namun karena diduga ada perlawanan, akhirnya Dedi menghabisi nyawa korban.

“Saat itu tidak sengaja, tetapi kebablasan,” kata Dedi lirih saat rilis di Mapolresta Kediri, Kamis (14/2/2019).

Dedi mulai berpacaran dengan korban, sejak nenek tua itu ‘lepas’ dari temannya Ahmad, pada 2013 lalu. Selama pacaran, tiga bulan sekali mereka bertemu dan berhubungan badan di kos korban. Mbah Mentil pun sering memberikan uang kepada pelaku yang bekerja sebagai kuli bangunan tersebut.

Kedua tersangka diringkus anggota Reskrim Polresta Kediri setelah melalui pengejaran selama dua minggu terakhir. Tersangka Dedi terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kakinya karena berusaha kabur. Sementara Ahmad dibekuk tanpa perlawanan.

Kini mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Keduanya dijerat pasal 339 KUHP subsider 338 KUHP atau Pasal 365 ayat (3) KUHP tentang tindak pidana pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain (pencurian) atau tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar