Sampang (beritajatim.com) – Informasi terbaru menyebutkan bahwa salah satu tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Kepala Puskesmas Robatal, dokter Beny Irawan diduga merupakan seorang tenaga ad hoc yang bertugas sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sampang, Addy Imansyah membenarkan hal tersebut. Dia mengungkapkan salah satu tersangka kasus penganiayaan dokter di Sampang adalah PPK.
Terkait penganiayaan itu, Addy menyatakan pihaknya hanya bisa memberikan dukungan moral dan doa agar kasus tersebut segera selesai.
“Saya hanya dapat memberikan dukungan moral atas kasus yang menimpa tersangka,” ujarnya pada Jumat (21/7/2023).
Ditanya apakah tersangka mendapatkan bantuan atau pendampingan hukum, Addy menegaskan tidak ada. Sebab, kasus yang menjerat tersangka bukanlah kejahatan terkait Pemilu, melainkan merupakan pidana murni.
BACA JUGA:
Tiga Pemuda Ditangkap Terkait Penganiayaan Dokter di Sampang
“Kami tidak memberikan pendampingan hukum karena ini bukan kasus yang terkait tugas tersangka sebagai PPK, melainkan kasus pidana lainnya. Kami hanya memberikan dukungan moral agar proses hukum berjalan lancar,” tegasnya.
Addy juga menekankan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan sanksi atau tindakan apapun selama belum ada putusan tetap dari pengadilan. KPU akan tetap mengedepankan prinsip presumption of innocence atau asas praduga tidak bersalah.
“Saat ini kami masih menunggu perkembangan dan apakah status tersangka akan naik atau tidak,” tambah Addy.
Sebelumnya, tiga orang pemuda dengan inisial MJ (20), FS (22), dan MS (30) telah diamankan oleh Satreskrim Polres setempat terkait kasus penganiayaan terhadap dokter Beny Irawan. Kejadian ini terjadi pada Senin (17/7/2023) pagi di Desa Jelgung, Kecamatan Robatal.
BACA JUGA:
Kepala Puskesmas di Sampang Kena Pukul saat Audiensi
Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Sujianto, membenarkan pengamanan terhadap ketiga pemuda tersebut. Saat ini mereka sedang ditahan untuk menjalani pemeriksaan.
Kejadian penganiayaan tersebut terekam dalam rekaman CCTV dan menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut menunjukkan adanya kericuhan saat audensi di kantor Dinkes KB, dan terlihat seorang pemuda mengenakan kaos yang naik ke atas meja dan melakukan penganiayaan terhadap dr. Beny Irawan, Kepala Puskesmas Robatal. [sar/beq]






