Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tergoda Istri Tetangga, Sales Mobil Masuk Penjara

Tersangka MD saat diamankan di Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – MD (29) warga asal Banyuwangi yang tinggal di indekos di Jalan Keputih, Surabaya harus mendekam di penjara usai mencoba melakukan pemerkosaan terhadap DG (25), istri dari tetangganya sendiri. Akibat aksi percobaan yang gagal tersebut, ia ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya, Sabtu (30/10/2021).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Maulana mengatakan, kejadian tersebut bermula dari MD yang sering ngobrol dengan suami korban hingga larut malam karena keduanya rekan kerja dan teman baik.

“Karena sudah sangat akrab dan dianggap sebagai saudara sendiri, suami korban sering mengajak tersangka berbincang di kamar kostnya hingga larut malam,” terang Mirzal, Sabtu (20/11/2021).

Mirzal menambahkan, saat korban ditinggal keluar kota pada Sabtu (30/10/2021), tersangka mulai menyusun aksi bejatnya dengan menghubungi melalui pesan WhatsApp dan berpura pura numpang ke kamar mandi.

“Karena sudah menganggap sebagai saudara dan tanpa berprasangka buruk, korban langsung mengizinkan dan membukakan pintu kamar. Saat itu tersangka langsung menariknya dan memeluk dari belakang sambil membekap mulutnya.” tambah Mirzal.

Terus berusaha melepaskan diri, korban dibanting ke kasur dengan tangan dan mulut terus dipegangi oleh tersangka, yang memintanya untuk tidak berteriak dengan disertai ancaman.”Tersangka mengancam korban agar tidak berteriak dan melayani hasrat seksualnya,” ungkap Mirzal lebih lanjut.

Dalam keadaan terdesak dan saat mendapat kesempatan, korban menggigit pipi tersangka sekuat tenaga hingga dapat melepaskan diri, sambil berteriak minta tolong keluar dari kamar.” Tetangganya yang mendengar teriakan korban langsung mendatangi dan menangkap tersangka,” pungkas Mirzal.

Sempat menjadi samsak hidup, tersangka yang mengaku khilaf karena istrinya berada di kampung, diserahkan ke Polrestabes Surabaya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, petugas menjeratnya dengan Pasal 289 KUHP tentang pemaksaan perbuatan cabul dan diancam pidana selama 9 tahun penjara. [ang/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar