Hukum & Kriminal

Tak Tahan Kena Omelan, Tukang Becak Pukuli Janda Hingga Berdarah-darah

Pelaku saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Semampir, Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Bekerja menjadi tukang serabutan membuat ia harus mengikuti segala keinginan bosnya. Namun jika tak seperti harapan, emosi pun muncul seketika. Seperi yang dialami Saiful Arif (47), warga yang tinggal di Jalan Surtikanti Gg. 2 Semampir, Surabaya. Dia melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita.

Saat itu dirinya diminta korban untuk membetulkan sesuatu dalam kamar mandi yang ada di komplek ‘Asrama Janda’ Jalan Sidotopo Kidul No.51, Semampir, Surabaya. Namun hasil kerja tukang becak ini tak sesuai harapan. Walhasil pemilik yang diketahui bernama Hatijah Waber (39) ini mengomel.

Tak sabar menghadapi omelan sang janda, pelaku pun naik pitam dan memukuli korban sampai terluka. Bahkan korban jatuh bersimbah darah. Warga asli Desa Murong Rongdalem, Omben Kabupaten Sampang ini menganiaya korban pada Senin 8 Febuari 2021 sekira pukul 04.00 WIB.

“Dia (pelaku) juga mengatakan jika ongkosan yang diberikan kepadanya selalu tidak sesuai dengan upah yang seharusnya. Hal itu yang membuat tersangka merasa jengkel dan kesal dengan korban. Sehingga tersangka memukuli korban secara berkali-kali,” sebut Kompol Ariyanto Agus, Kapolsek Semampir, Kamis (11/2/2021).

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, hasil Introgasi, tersangka mengaku melakukan penganiayaan di dalam kamar mandi korban. Tersangka mengaku menganiaya korban dengan tangan kosong. Dengan cara memukul ke arah wajah.

Pukulan itu mengenai pelipis sebelah kanan serta mulut korban. Pukulan dilakukan berulang-ulang. Hal itu membuat korban terjatuh dan mengalami luka pada kepala bagian belakang. “Akibat pukulan itu, korban tersungkur ke lantai dan mengalami luka sobek dibagian belakang kepala, serta memar dan lebam disemua bagian wajah korban,” tambah Kapolsek.

Kemudian setelah korban tidak berdaya, tersangka meninggalkannya dalam keadaan tergeletak di kamar mandi. Sampai akhirnya seorang saksi mengetahui jika korban mengalami luka parah dan membantunya untuk duduk di kursi.

Karena tak terima, korban dan orang dekatnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Semampir. Atas dasar laporan salah satu warga, pelakunya dapat ditangkap. “Korban juga sudah di Visum et Repertum dokter, sebagai barang buktinya. Pelaku kita jerat dengan Pasal 351 KUHP,” tutup Kompol Ariyanto Agus. [man/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar