Hukum & Kriminal

Tahanan Polresta Mojokerto Kasus Narkoba Ditemukan Meninggal

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi.

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang tahanan Polresta Mojokerto kasus narkoba ditemukan meninggal oleh rekan-rekan sesama tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Mojokerto. Sebelum ditemukan meninggal, tahanan dengan inisial AG (45) warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto mengeluh masuk angin.

“Jadi perlu kami informasikan kepada masyarakat bahwa Satuan Narkoba Polres Mojokerto Kota sebelumnya telah melakukan pengungkapan kasus narkoba jenis sabu, dengan tersangka yang berinisial AG, umur 45 tahun. Jadi yang bersangkutan sudah sejak tanggal 29 Agustus lalu,” ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi, Kamis (22/10/2020).

Masih kata mantan Kapolres Sumenep ini, dalam melakukan penahanan terhadap tersangka dilakukan pemeriksaan terkait dengan kesehatan tersangka secara berkala. Selain itu juga dilakukan rapid test untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, namun hasil pemeriksaan terhadap tersangka tidak menunjukkan sakit kronis.

“Kemarin sore, sekira pukul 17.00 WIB almarhum mengeluh sakit masuk angin dan kemudian oleh keluarganya yang kebetulan kasus sama dengan yang bersangkutan dibantu untuk kerokan. Kemudian pada malam hari tidak mengeluh lagi dan diketahui tadi pagi sekitar pukul 05.30 WIB, almarhum pada saat tidur posisi tidur dibangunkan sudah tidak merespon,” katanya.

Pihaknya langsung melakukan upaya evakuasi ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Berdasarkan keterangan dari para tahanan dan tahanan lainnya ada yang satu keluarga, tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh para tahanan kepada almarhum. Hasil visum luar juga tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan.

“Kami menduga ada kekerasaan yang terjadi dan dilakukan antar tahanan tapi itu tidak terbukti, para tahanan menyampaikan tidak ada kekerasan terhadap almarhum, rekaman CCTV juga tidak ada dan hasil visum luar yang dilakukan oleh petugas RSUD tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.

Pihak Polresta Mojokerto menyampaikan kepada keluarga korban agar sejatinya dilakukan otopsi. Otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian tersangka. Namun, tegas Kapolresta, pihak keluarga menolak dan menerima atas terjadi tersebut sehingga jenazah dibawa ke rumah duka.

“Dia warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dengan inisial AG, usia 45 tahun. Mungkin serangan jantung, almarhum tidak memiliki riwayat sakit kronis. Saat diamankan Satnarkoba pada 29 Agustus lalu, almarhum kedapatan membawa sabu seberat 3 gram,” jelasnya. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar