Surabaya (beritajatim.com) – Muhammad Sugianto alias Somad (21) menjadi ketua dalam aksi pembegalan di Jalan Merr, Selasa (04/07/2023) dini hari. Ia mengaku membutuhkan uang untuk membenahi kamar mandi di rumahnya Jalan Kalidami, Surabaya. Ia mengajak teman-temannya karena tidak memiliki nyali untuk melakukan aksi sendirian.
“Saya butuh uang untuk membetulkan saluran air di kamar mandi. Terus mau benerin biar bagus,” ujar Somad ketika diwawancarai Beritajatim di Polsek Sukolilo, Kamis (06/07/2023).
Walaupun telah bekerja di toko mebel Jalan Kertajaya, ia mengaku tak mempunyai uang yang cukup untuk membenahi kamar mandi. Ia lantas mengajak temannya Totok dan Jefri. Totok dan Jefri lantas mengajak dua teman lainnya yang saat ini berstatus sebagai saksi.
“Ini aksi pertama saya. Sebelumnya ga pernah sama sekali,” imbuh Somad.
Berbekal dengan celurit dan pisau penghabisan, Somad dkk berkeliling Surabaya. Mereka sempat berhenti di Jalan Gunung Anyar lantaran dianggap sebagai tempat yang empuk untuk mencari korban. Somad menyebut, saat itu sasaran mereka adalah pengendara sepeda motor yang sendirian terutama perempuan.
Setelah menunggu hampir dua jam, Somad dkk tidak menemukan korban. Mereka pun sepakat untuk bergeser ke Jalan Merr tepatnya di depan gedung KONI Surabaya. Mereka sempat menunggu 30 menit sebelum aksinya terendus anggota patroli Polsek Sukolilo.
“Jadi niat awal kami ini hendak menghimbau agar segera pulang dan tidak nongkrong malam-malam. Namun, kelima anak ini malah kabur sehingga anggota yang curiga melakukan pengejaran,” ujar Kapolsek Sukolilo, Kompol M Sholeh.
Dari 5 orang yang diamankan, Polsek Sukolilo hanya menahan 3 orang dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia adalah Somad, Totok dan Jefri yang ketahuan membawa senjata tajam. Sedangkan dua lainnya, Tyo dan Remon menjalani pembinaan dan berstatus saksi.
“Karena tidak ada LP, jadi kami tetapkan UU darurat tentang kepemilikan senjata tajam maka yang bisa ditetapkan sebagai tersangka hanya 3 orang. Sedangkan dua lainnya berstatus sebagai saksi,” pungkas Sholeh.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, anggota Unit Reskrim Polsek Sukolilo menangkap 5 begal bersajam di Jalan Merr, Selasa (04/07/2023) dini hari. Penangkapan itu dilakukan saat anggota Polsek Sukolilo melakukan giat patroli di sekitar Jalan Merr dan Kertajaya.
Kapolsek Sukolilo, Kompol M Sholeh menjelaskan jika kelima pelaku adalah M. Sugianto (20) warga Kalidami, Totok (20) warga Gebang, Tyo A. Putra (27) warga Mulyorejo, Remon Billy (21) warga Donowati, dan Jefri Wahyu (21) warga Kapas Krampung. Mereka ditangkap usai anggota Polsek Sukolilo menerima informasi dari pengendara jalan adanya lima pemuda yang mencurigakan.
“Saat kami datangi untuk dihimbau pulang, lima pemuda itu malah kabur sehingga anggota semakin curiga dan dilakukan pengejaran,” ujar Sholeh ketika dikonfirmasi Beritajatim, Selasa (04/07/2023) malam.
Aksi kejar-kejaran sempat terjadi. Kelima orang yang mengendarai dua sepeda motor Honda Beat L 3107 YD dan Honda Supra S 2480 FY sempat kabur ke arah perumahan. Anggota Polsek Sukolilo yang melakukan pengejaran lantas berpencar dan menangkap kelimanya.
“Saat diperiksa kelima pelaku kedapatan membawa satu pisau penghabisan dan satu celurit. Mereka mengaku jika memang membegal,” imbuh Sholeh.
BACA JUGA:
Polisi Tangkap Pelaku Begal Handphone Bersenjata Linggis di Jalan Merr
Kelima pelaku mengaku jika ide membegal datang dari Sugianto. Sugianto lantas mengajak Totok dan Tyo serta menyuruh membawa pisau penghabisan untuk menakuti korban. Totok lantas mengajak Remon dan Jefri. Mereka berlima awalnya berputar-putar kota Surabaya untuk mencari korban dan sempat berhenti di Jalan Gunung Anyar. Namun, karena tak menemukan sasaran mereka berlima pindah ke Jalan Merr dekat perempatan Kertajaya.
“Para pelaku akhirnya memutuskan untuk menunggu korban di Jalan Merr. Targetnya adalah pengemudi motor perempuan yang sendirian,” tutur Sholeh.
Dari penuturan para pelaku, mereka berlima membawa senjata tajam digunakan untuk melukai korbannya jika melawan ataupun berteriak minta tolong. Mereka juga spesifik mengincar tas bawaan dan motor milik para pengemudi perempuan. Kini, kelima pelaku sudah ditahan di Polsek Sukolilo dan masih menjalani pemeriksaan.
“Untuk detailnya apakah mereka ini sering melakukan pembegalan atau pernah ditangkap (residivis) akan kami informasikan. Saat ini, kami masih pemeriksaan,” pungkas Sholeh. [ang/but]






