Hukum & Kriminal

Setubuhi 9 Wanita, Pemuda di Jombang Dijerat Pasal Berlapis

Polres Jombang menunjukkan sejumlah barang bukti dalam kasus persetubuhan dengan sembilan korban, Sabtu (2/11/2019)

Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang terus mendalami kasus dugaan perkosaan dan persetubuhan di bawah umur yang dilakukan oleh M Adi Indra Purnama (24), warga Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Sebelumnya, pelaku mengaku hanya delapan orang korbannya.

Namun pengakuan itu berubah lagi. Kini Adi mengaku telah mencabuli sembilan perempuan. Perbuatan itu dilakukan mulai 2015. Korbannya berusia 17 tahun, 18 tahun, dan 19. Tidak jarang, Adi menebar ancaman saat melakukan tindakan asusila tersebut.

“Rata-rata para korban masih berusia di bawah umur. Mereka ada yang masih sepupu, ada juga yang masih keponakan pelaku. Dua korban sudah melapork ke polres,” ujar Kapolres Jombang AKBP Bobby Tambunan, Sabtu (2/11/2019).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 81 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 293 KUHP tentang perkosaan. Ancaman hukumnya hingga 15 tahun penjara. Alasannya, lanjut Kapolres, selain anak-anak, ada pelapor (korban) yang usianya 19 tahun.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap setelah polisi mendapat laporan sejumlah orang terkait ulah pelaku. Salah satu korban berinisial SS (19) yang tak lain adalah keponakannya sendiri. Korban digagahi dirumah pelaku pada malam pergantian tahun 2016.

Sedangkan korban lain, AM (19) pelajar salah satu SMA di Jombang asal Kota Tangerang, yang dipaksa melayani nafsu bejat pelaku di sebuah rumah di Desa Tunggorono.  Kedua korban kemudian melapor ke Polres Jombang pada Kamis (31/10/2019. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar