Hukum & Kriminal

Barang Bukti Senilai Rp 1 Miliar

Sepasang Suami Istri di Jombang Jadi Bandar Narkoba

Sepasang suami istri yang ditangkap Satreskoba Polres Jombang, Jumat (19/2/2021). [Foto/Istimewa]

Jombang (beritajatim.com) – Sat Reskoba Polres Jombang membekuk sepasang suami istri yang menjadi bandar narkoba. Keduanya mengedarkan sabu-sabu dan pil koplo di Jombang dan sekitarnya. Mereka digerebek saat mengemasi barang haram tersebut.

Kedua pelaku adalah Eko Faris Handriyanto alias Domber (25) dan istrinya Valupi Widiawati (22). Pasutri (pasangan suami istri) ini merupakan warga Desa Gambairan, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Keduanya tak bisa berkutik ketika polisi menggerebek rumahnya.

Selain menangkap Eko dan Valupi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang cukup fantastis. Diantaranya, sabu-sabu (SS) seberat 4 ons lebih yang dikemas berbagai ukuran dan 128 ribu butir pil koplo. Barang haram tersebut sudah dikemas dan siap edar.

“Penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. Dari hasil penyelidikan, bahwa sabu dan narkoba lainnya berasal dari pasangan suami istri asal Gambiran Mojoagung ini,” kata Kepala Satuan Reserse dan Narkoba Polres Jombang AKP Mochammad Mukid, Jumat (19/2/2021).

Mukid menjelaskan, dari informasi tersebut, pihaknya melakukan pengintaian. Ternyata, benar banyak pengedar yang mendapatkan sabu dari warga Gambiran tersebut. Ketika data dan fakta sudah menguat, penggerebekan pun dilakukan. Petugas juga melakukan penggeledahan.

Baik Eko maupun Valupi tak bisa berbuat banyak. Karena dalam penggeledahan itu ditemukan banyak barang bukti. Di antaranya, sabu dalam kemasan klip dalam berbagai ukuran. Sabu tersebut disimpan dalam kaleng biskuit. Ukurannya bervariasi, antara 1 gram, 5 gram, 20 gram, 50 gram, hingga kemasan 100 gram. Jumlah totalnya 4 ons lebih.

Selain itu juga timbangan elektronik, seperangkat alat isap, korek gas, serta telepon seluler.
Petugas juga mendapati empat kardus yang terbungkus karung warna putih. Masing-masing di dalamnya terdapat 32 botol plastik warna putih. Nah, dari masing-masing botol berisi 1.000 butir pil berlogo “Y”, dengan jumlah total keseluruhan 128 ribu butir. “Seluruh barang bukti senilai Rp 1 miliar,” kata Mukid.

Atas perbuatannya pasutri berembut pirang ini dijerat Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) yo Pasal 132 ayat (1) UURI No.35 th 2009 tentang Narkotika. “Mereka juga kita jerat Pasal 196 UURI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Karena dengan sengaja turut serta melakukan tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart persyaratan keamanan,” pungkas Mukid. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar