Hukum & Kriminal

Sehari 100 Kendaraan Ketilang di Jalan Tol Jatim, Mayoritas Lupa Hal Kecil Ini

Pengendara truk muatan terpaksa harus menerkma surat tilang lantaran melanggar lalulintas di Jalan tol ngawi Madiun, Jatim, Kamis (8/8/2019). (Foto istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Usai dibangun jalur tol Trans Jawa, ternyata tak sedikit pengendara yang tertib lalu lintas di jalan tol.

Kasat PJR, Ditlantas Polda Jatim, AKBP Bambang SW menjelaskan, tindakan penilangan setiap hari bisa mencapai 100 kali tindakan.

Penilangan tersebut dikarenakan para pengguna tol yakni kendaraan mobil banyak yang menyepelekan lampu belakang.

“Terbanyak lampu belakang mati sehingga membahayakan pengendara di belakangnya,” jelas Kasat PJR kepada beritajatim.com, Kamis (8/8/2019).

Tak hanya lampu belakang mati, di urutan kedua terbanyak tindakan pelanggaran adalah muatan kendaraan barang.

Untuk muatan kendaraan yang ditindak tilang, lanjut AKBP Bambang, terdiri dari beberapa kasus pelanggaran. Di antaranya yakni overtonase atau dikenal dengan melebihi batas beban muatan.

“Selanjutnya kendaraan muatan juga melanggaran aturan tata cara muatan barang. Ya seperti tinggi muatan, lebar muatan atau panjang muatan,” lanjutnya.

Tak hanya menindak pelanggaran di wilayah jalur tol saja, petugas PJR juga melakukan tindakan di jalur utama pantura, atau jalan nasional padat kendaraan.

Sementara untuk pelanggar lalulintas akan diberikan dua pilihan yakni e-tilang atau ikut sidang sendiri.

“Kalau pengendara di jalan tol yang kena tilang rata-rata memilih E-tilang, karena pengguna tol banyak orang luar kota,” paparnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar